SBY: Saya Hormati Proses Politik di DPR

Kompas.com - 04/03/2010, 20:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya secara resmi menanggapi hasil keputusan Rapat Paripurna DPR RI yang memutuskan bahwa kebijakan atas pengucuran dana talangan (bail out) Bank Century salah. Pidato Presiden dilakukan di Istana Negara, Kamis (4/3/2010), yang dihadiri jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Dalam pidatonya, Presiden SBY menyatakan, sebagai kepala negara ataupun kepala pemerintahan, sudah menjadi keharusannya untuk memberikan tanggapan atas hasil kerja DPR RI. Ia mengaku menghormati semua proses yang terjadi di DPR, termasuk kerja Pansus Angket Bank Century.

"Saya sangat menghormati proses politik yang telah berjalan di DPR," ujar Presiden SBY di awal pengantar pidatonya.

Meski demikian, Presiden tetap berkeyakinan bahwa pengambilan kebijakan atas penyelamatan Bank Century merupakan keputusan yang paling tepat saat itu. Alasannya, keputusan tersebut diambil di saat krisis perekonomian global mengancam seluruh dunia termasuk Indonesia.  

Presiden mengaku mengikuti proses dan dinamika yang terjadi baik di dalam maupun di luar gedung Parlemen selama pembahasan kasus bail out Bank Century. Ia mengatakan, proses politik tersebut merupakan bagian dari perkembangan, pertumbuhan, dan pembelajaran demokrasi di Indonesia dan berharap tidak lagi menyebabkan konflik yang melahirkan kekerasan seperti di masa lalu.

"Apa pun pandangan kita mengenai dinamika itu, saya memiliki pandangan yang kuat bahwa semua proses politik yang demokratis jauh dari kekerasan dan bermartabat harus kita tumbuhkan," ujar SBY. Demokrasi yang dimaksud, menurut SBY, tidak hanya berlandaskan rules of law, tetapi juga rules of reason, demokrasi berdasarkan hukum dan akal sehat yang tetap memerhatikan ketertiban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau