Banjir Kaliprogo Telah Menggeser Gelagar Jembatan

Kompas.com - 04/03/2010, 21:45 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Banjir Kali Progo menggeser salah satu ujung gelagar Jembatan Trinil yang menghubungkan Desa Kalijoso, Kecamatan Secang dengan Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (4/3/2010).

Kejadiannya sekitar pukul 18.00 WIB akibat hujan deras sejak sekitar pukul 14.00 WIB, dan masih terjadi hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Magelang Utoyo didampingi Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Eko Triyono, sekitar pukul 19.00 WIB tiba di lokasi tersebut.

Ujung gelagar yang tersambung dengan fondasi sebelah Utara Jembatan Trinil tergeser sepanjang sekitar 30 sentimeter akibat arus air sungai yang kuat.

Fondasi jembatan sepanjang sekitar 50 meter itu ambles sejak setahun lalu. Pemkab setempat mendapat bantuan dari Pemprov Jateng berupa jembatan jenis bailey sebagai jembatan darurat.

Jembatan darurat itu dipasang menumpang di separo jembatan utama yang tidak bisa digunakan lagi sejak fondasinya ambles sekitar setahun lalu.

Luapan air sungai pada Kamis setinggi sekitar 1,5 meter itu hingga ke badan jalan yang berada di tepi sungai.

Luapan air sungai juga masuk ke rumah warga setempat yang letaknya sekitar 20 meter dari jembatan. "Ini banjir terbesar selama awal tahun ini," kata warga setempat, Siswoyo.

Warga setempat tidak lagi bisa melalui jembatan tersebut, dan arus lalu lintas dialihkan melalui jalur lain seperti Secang - Bengkal (Kabupaten Temanggung) - Windusari dan Windusari - Bandongan -Kota Magelang - Secang. Jembatan Trinil menjadi penghubung utama Secang dengan Windusari.

Utoyo mengatakan Bupati Singgih Sanyoto telah mendapat laporan rusaknya jembatan itu.

Ia mengatakan arus kuat air Kali Progo terjadi mulai kawasan hilir karena hujan deras. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," katanya.

Pemkab setempat akan mengecek secara detil kondisi fisik jembatan itu untuk menentukan langkah selanjutnya. "Tetapi, tampaknya jembatan tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi," katanya.

Ia mengatakan pemkab telah menganggarkan sekitar Rp 8 miliar untuk membangun jembatan baru, tidak jauh dari jembatan lama. "Tahun ini akan dibangun jembatan baru dengan dana APBD," katanya.

Hingga sekitar pukul 20.30 WIB sejumlah warga setempat masih berkumpul di dekat jembatan itu untuk melihat kerusakan jembatan dan arus air sungai yang masih kuat. Kondisi di sekitar jembatan gelap.

Petugas tampak beberapa kali meminta warga untuk menjauh dari jembatan, karena masih terjadi pergeseran ujung gelagar. Arus air masih terlihat deras, meskipun sudah tidak meluap hingga ke badan jalan di tepi sungai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau