MAGELANG, KOMPAS.com - Banjir Kali Progo menggeser salah satu ujung gelagar Jembatan Trinil yang menghubungkan Desa Kalijoso, Kecamatan Secang dengan Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (4/3/2010).
Kejadiannya sekitar pukul 18.00 WIB akibat hujan deras sejak sekitar pukul 14.00 WIB, dan masih terjadi hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Magelang Utoyo didampingi Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Eko Triyono, sekitar pukul 19.00 WIB tiba di lokasi tersebut.
Ujung gelagar yang tersambung dengan fondasi sebelah Utara Jembatan Trinil tergeser sepanjang sekitar 30 sentimeter akibat arus air sungai yang kuat.
Fondasi jembatan sepanjang sekitar 50 meter itu ambles sejak setahun lalu. Pemkab setempat mendapat bantuan dari Pemprov Jateng berupa jembatan jenis bailey sebagai jembatan darurat.
Jembatan darurat itu dipasang menumpang di separo jembatan utama yang tidak bisa digunakan lagi sejak fondasinya ambles sekitar setahun lalu.
Luapan air sungai pada Kamis setinggi sekitar 1,5 meter itu hingga ke badan jalan yang berada di tepi sungai.
Luapan air sungai juga masuk ke rumah warga setempat yang letaknya sekitar 20 meter dari jembatan. "Ini banjir terbesar selama awal tahun ini," kata warga setempat, Siswoyo.
Warga setempat tidak lagi bisa melalui jembatan tersebut, dan arus lalu lintas dialihkan melalui jalur lain seperti Secang - Bengkal (Kabupaten Temanggung) - Windusari dan Windusari - Bandongan -Kota Magelang - Secang. Jembatan Trinil menjadi penghubung utama Secang dengan Windusari.
Utoyo mengatakan Bupati Singgih Sanyoto telah mendapat laporan rusaknya jembatan itu.
Ia mengatakan arus kuat air Kali Progo terjadi mulai kawasan hilir karena hujan deras. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," katanya.
Pemkab setempat akan mengecek secara detil kondisi fisik jembatan itu untuk menentukan langkah selanjutnya. "Tetapi, tampaknya jembatan tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi," katanya.
Ia mengatakan pemkab telah menganggarkan sekitar Rp 8 miliar untuk membangun jembatan baru, tidak jauh dari jembatan lama. "Tahun ini akan dibangun jembatan baru dengan dana APBD," katanya.
Hingga sekitar pukul 20.30 WIB sejumlah warga setempat masih berkumpul di dekat jembatan itu untuk melihat kerusakan jembatan dan arus air sungai yang masih kuat. Kondisi di sekitar jembatan gelap.
Petugas tampak beberapa kali meminta warga untuk menjauh dari jembatan, karena masih terjadi pergeseran ujung gelagar. Arus air masih terlihat deras, meskipun sudah tidak meluap hingga ke badan jalan di tepi sungai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang