Anand Mengaku Tak Tahu Motif Tara

Kompas.com - 05/03/2010, 12:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru spiritual Anand Krishna mengaku tidak mengetahui motif dari Tara Pradibta Laksmi serta Sumidah yang melaporkan dirinya melakukan pelecehan seksual ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Polda Metro Jaya. Menurut dia, tidak ada masalah sebelumnya antara ia dan kedua orang itu.

”Saya tidak tahu motifnya,” ucap Anand singkat ketika mengklarifikasi langsung kasus yang menjerat dia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (5/3/2010). Hal itu dikatakan ketika ditanya apa dia melihat motif dari pengakuan Tara.

Namun, kata Adnan, Tara pernah mengungkapkan kepadanya bahwa ia tengah stres lantaran masalah keluarga. Sebelumnya, pihak Anand juga pernah mengungkapkan bahwa Tara mengirimkan pesan melalui akun Facebook milik Anand dan pengurus yayasan lain mengenai masalah keluarga ini. Kepada mereka, Tara meminta agar dibantu mengatasi masalahnya.

Apakah Anda mengalami tekanan terkait kasus yang menjerat Anda? ”Tanpa stres, orang tidak bisa hidup. Stres itu bisa terkendali dan tidak bisa terkendali. Kalau terkendali, kita bisa melakukan kegiatan,” jawabnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau