Beett...! Pukulan Chris John Harus Lebih Cepat!

Kompas.com - 05/03/2010, 13:12 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Juara dunia kelas bulu WBA, Chris John, yang  sedang berlatih di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia, harus lebih  memfokuskan diri pada latihan kecepatan pukulan untuk persiapan menghadapi penantangnya di Bali, 22 Mei 2010.
   
"Kecepatan pukulan tangan itu sangat penting dikuasai Chris John sebab lawan yang dihadapi kemungkinan petinju yang lincah," kata mantan juara tinju nasional dan Asia Pasifik (OPBF), Lamhot Simamora, di Medan, Kamis, ketika dimintai komentar mengenai Chris John.
   
Menurut dia, latihan mempertajam pukulan tersebut akan semakin mempermantap persiapan Chris John dalam menghadapi pertarungan memperebutkan gelar juara dunia itu.
    
Latihan pukulan yang dimiliki Chris John merupakan sebuah modal atau kekuatan bagi petinju ini dalam mempertahankan gelar, apalagi dia selama ini mampu mempertahankan juara dunia WBA karena memiliki pukulan yang cukup keras dan membahayakan. "Jadi, wajar pukulan keras yang dimiliki Chris John itu agar lebih  ditingkatkan lagi sehingga nantinya mampu mengalahkan penantangnya," ujar Lamhot.
     
Lamhot juga menjelaskan bahwa Chris John juga diharapkan dapat melaksanakan latihan dengan sebaik mungkin karena lawan yang akan dihadapi bisa saja masih muda dan memiliki pengalaman.
      
Untuk itu, Chris John diharapkan harus banyak belajar mengenai teknik dan taktik bertanding. Dengan demikian, Chris John mampu menghadapi lawan tersebut.  "Chris John, dalam pertarungan mempertahankan gelar yang diadakan di Indonesia, diharapkan harus menang. Hal ini adalah kesempatan dan peluang yang cukup besar bagi Chris John," kata Lamhot.
      
Sebelumnya, promotor Chris John Zaenal Thayeb mengatakan, calon lawan Chris John mendatang adalah petinju asal Amerika Serikat yang menempati peringkat 10 besar kelas bulu WBA.
    
Berdasarkan ranking yang dikeluarkan WBA, petinju Amerika yang menempati peringkat 10 besar adalah Rocky Juarez (peringkat delapan) dan Cornelius Lock (peringkat 10). Melawan Juarez, katanya, tidak mungkin karena Juarez pernah  kalah dari Chris John, bahkan keduanya sempat bertemu dua kali, yakni di Texas dan Nevada.
     
Untuk itu, calon lawan Chris John dari Amerika tinggal Cornelius Lock. Namun, Zaenal Thayeb belum memastikan calon lawan Chris John karena masih menunggu proses negosiasi penata tanding Chris John di Amerika Serikat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau