JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pihak Kepolisian, Badan Intelijen Negara, dan TNI bersama-sama menumpas aksi terorisme yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam.
Dalam menjalankan tugasnya, Presiden pun meminta agar mereka bekerja sama dengan pejabat, masyarakat, para ulama, dan tokoh masyarakat setempat. Dikatakan Presiden, ancaman bahaya terorisme di Indonesia tetap ada. "Sel-sel terorisme di dalam dan luar negeri masih bekerja," ujar Presiden ketika membuka rapat terbatas bidang politik, hukum, dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
Turut hadir dalam ratas tersebut Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, dan lainnya.
Dikatakan Presiden, aksi terorisme yang terjadi di NAD bukan berasal dari unsur Gerakan Aceh Merdeka. Kelompok terorisme tersebut hanya mengambil kesempatan untuk berlatih di NAD, yang sudah dianggap aman.
Dengan demikian, mereka dapat bergerak dengan leluasa. Pemimpin kelompok ini, lanjut Presiden, bukan berasal dari Aceh. Pada kesempatan itu, Presiden meminta agar rasa keamanan rakyat Indonesia tetap diutamakan dalam pemberantasan terorisme.
"Rakyat kita menginginkan rasa aman agar kegiatan dapat dilakukan baik bertani, bersekolah, dan lainnya. Sementara itu, kita juga tahu dunia usaha, aktivitas ekonomi memerlukan jaminan keamanan dalam negeri," ujar Presiden.
Sebagaimana diberitakan, pada 22 Februari lalu, polisi menggerebek suatu pelatihan yang diduga dilakukan kelompok Jemaah Islamiyah di Desa Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar, NAD.
Dalam penggerebekan itu, seorang warga Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Kamaruddin, tewas, sedangkan Suhaeri (14), juga warga setempat, mengalami luka tembak. Operasi ini berawal dari laporan masyarakat bahwa mereka mendengar serangkaian suara letusan, seperti senjata api, di salah satu tempat di pegunungan Jalin, Jantho.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang