Tumpas Teroris di Aceh, Presiden Minta Sinergi Aparat

Kompas.com - 05/03/2010, 15:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pihak Kepolisian, Badan Intelijen Negara, dan TNI bersama-sama menumpas aksi terorisme yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam.

Dalam menjalankan tugasnya, Presiden pun meminta agar mereka bekerja sama dengan pejabat, masyarakat, para ulama, dan tokoh masyarakat setempat. Dikatakan Presiden, ancaman bahaya terorisme di Indonesia tetap ada. "Sel-sel terorisme di dalam dan luar negeri masih bekerja," ujar Presiden ketika membuka rapat terbatas bidang politik, hukum, dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Turut hadir dalam ratas tersebut Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, dan lainnya.

Dikatakan Presiden, aksi terorisme yang terjadi di NAD bukan berasal dari unsur Gerakan Aceh Merdeka. Kelompok terorisme tersebut hanya mengambil kesempatan untuk berlatih di NAD, yang sudah dianggap aman.

Dengan demikian, mereka dapat bergerak dengan leluasa. Pemimpin kelompok ini, lanjut Presiden, bukan berasal dari Aceh. Pada kesempatan itu, Presiden meminta agar rasa keamanan rakyat Indonesia tetap diutamakan dalam pemberantasan terorisme.

"Rakyat kita menginginkan rasa aman agar kegiatan dapat dilakukan baik bertani, bersekolah, dan lainnya. Sementara itu, kita juga tahu dunia usaha, aktivitas ekonomi memerlukan jaminan keamanan dalam negeri," ujar Presiden.

Sebagaimana diberitakan, pada 22 Februari lalu, polisi menggerebek suatu pelatihan yang diduga dilakukan kelompok Jemaah Islamiyah di Desa Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar, NAD.

Dalam penggerebekan itu, seorang warga Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Kamaruddin, tewas, sedangkan Suhaeri (14), juga warga setempat, mengalami luka tembak. Operasi ini berawal dari laporan masyarakat bahwa mereka mendengar serangkaian suara letusan, seperti senjata api, di salah satu tempat di pegunungan Jalin, Jantho.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau