Sembilan Tahun, Kekayaan Muhaimin Naik Rp 5 Miliar

Kompas.com - 05/03/2010, 15:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekayaan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar naik sebesar Rp 5 miliar dalam sembilan tahun. Pada tahun 2001, Muhaimin mencatatkan, total kekayaannya sebesar Rp 1.616.917.924. Terkini, per 30 November 2009, kekayaan Muhaimin meningkat menjadi Rp 6.963.669.810.

“Harta kekayaan ini adalah updating sembilan tahun lalu. Mohon maaf kurang disiplin,” ujar Muhaimin saat mengumumkan harta kekayaannya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/3/2010). Pengumuman harta kekayaan ini disaksikan Pelaksana Tugas Ketua Komisi Pemberantas Korupsi Tumpak Hatorangan Panggabean dan anggota KPK lainnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono terlebih dahulu menyampaikan harta kekayaan mereka. Selain Muhaimin, sembilan pejabat negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II juga menyampaikan harta kekayaannya.

Mereka adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Ketua Unit Kerja Presiden Pengawas Perencana Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto, Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie, dan Menteri Negara PDT Helmy Faisal Zaini.

Kekayaan Muhaimin terdiri dari harta tak bergerak senilai Rp 4.046.125.000, alat transportasi Rp 2,275 miliar, dan harta bergerak lainnya Rp 17 juta. Muhaimin juga tercatat memiliki giro dan setara kas lainnya senilai Rp 625.544.810.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau