Mahasiswa Jambi Kecam Penyerangan Markas HMI

Kompas.com - 05/03/2010, 17:47 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Mahasiswa Jambi yang tergabung dalam Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) dan HMI Cabang Jambi mengecam keras tindakan penyerangan markas HMI di Makassar, Sulawesi Selatan yang dilakukan oknum kepolisian setempat pada Rabu.

Aksi pengecaman tersebut disampaikan puluhan anggota Badko dan HMI Jambi dengan unjuk rasa di simpang Bank Indonesia yang berada di kawasan perkantoran Telanaipura Jambi, Jumat (5/3/2010) dengan pengawalan ketat dari aparat Poltabes Jambi.

Ketua Badko HMI Jambi Hadi S Rusli didampingi Pejabat Ketua umum HMI Cabang Jambi Novem Putrawijaya dalam orasinya menyatakan mengecam penyerangan markas HMI di Makassar, juga menyesalkan sikap polisi yang membiarkan aksi saling serang antara mahasiswa dengan warga yang tidak bersalah.

Mereka mendesak Kapolri untuk menonaktifkan Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Gatta Chairuddin dan Kapolda setempat Irjen Pol Adang Rochyana dari jabatannya dan minta kepolisian untuk mengganti rugi semua kerusakan yang ditimbulkan dari peristiwa itu.

Aksi solidaritas HMI Cabang Jambi tersebut adalah buntut dari telah terjadinya penyerangan maskas HMI di Makassar di mana saat itu HMI setempat sedang mengadakan rapat evaluasi aksi dan persiapan aksi selanjutnya untuk mengawal Pansus Bank Century.

Saat itu anggota HMI Cabang Makassar secara tiba-tiba diserang oleh 10 orang yang diduga kuat oknum polisi. Dalam aksi tersebut Ketua Umum HMI Cabang Makassar melaporkan kejadian tersebut ke Polwiltabes setempat namun di sana dirinya juga kembali dipukuli oleh oknum polisi.

HMI Cabang Jambi dan Badko setempat juga akan terus melakukan aksi solidaritas dengan menggelar aksi demo di Kota Jambi, sebagai wujud kesetiaan dan mendesak kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.

Aksi demo dari HMI Jambi juga sudah dilakukan beberapa kali di beberapa tempat termasuk di kampus-kampus universitas di Kota Jambi dan aksinya juga tetap dikawal dengan ketat oleh kepolisian setempat, namun aksi tetap berjalan dengan tertib dan aman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau