Ical: Biarkan Proses Hukum Berjalan Tanpa Intervensi

Kompas.com - 05/03/2010, 20:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical meminta agar kasus dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun, yang saat ini memasuki proses hukum, agar berjalan tanpa adanya intervensi politik.

"Sebagai warga negara, kita junjung tinggi supremasi hukum. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kita harus kedepankan asas praduga tak bersalah," ujar Ical ketika menyampaikan pidatonya di hadapan kader Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/3/2010) malam.

Dikatakannya, ada hikmah yang dapat dipetik dari proses penyelidikan kasus Bank Century di DPR, termasuk peningkatan protokol penanganan Bank Century, manajemen BI yang lebih transparan, dan lainnya. Selebihnya, tidak ada yang menarik dari pidato sepanjang sekitar 30 menit tersebut.

Bahkan, pidato Ical pada Jumat malam ini cenderung melunak jika dibandingkan apa yang disampaikannya di DPR beberapa waktu lalu. Saat itu, Ical mengatakan akan mendukung penyebutan nama pihak yang paling bersalah dalam penyimpangan pemberian dan penyaluran dana talangan. Dikatakan pula, Golkar merupakan partai besar yang tidak dapat diancam-ancam.

Kepada para kader Golkar yang akan turun ke daerah seiring berakhirnya masa sidang, Ical mengingatkan bahwa posisi dan jabatan yang dipercayakan rakyat adalah amanah yang perlu dijaga. Kader-kader Golkar juga diminta untuk bersama-sama membangun bangsa, sebagaimana disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menyampaikan pidatonya di Istana Merdeka.

"Pesan Presiden kita sambut dengan tangan terbuka. Mari jadikan politik sebagai medio untuk membangun persamaan, bukan peruncing perbedaan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau