Weleh-weleh, Uang Rp 300 Juta Ditukar Garam, Kue, dan Air Minum

Kompas.com - 06/03/2010, 21:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Uang Rp 300 juta milik Lim Chui Hwa (47), warga Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, hilang dibawa kabur kawanan penjahat dengan cara menghipnotis korban.

Pusat Komunikasi dan Informasi Polda Metro Jaya di Jakarta, Sabtu (6/3/2010), menyatakan, korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah para penjahat kabur.

Kasus itu bermula ketika korban didatangi oleh seseorang di rumahnya yang mengatakan bahwa korban sedang mengidap penyakit berbahaya. Tersangka menawarkan diri untuk membantu menghilangkan penyakit itu dengan mengantarnya berobat ke dukun pintar.

Korban pun tertarik dengan tawaran tersangka, termasuk menyediakan uang ratusan juta agar penyakitnya segera sembuh. Sebelum mengajak ke dukun pintar, tersangka mengajak korban untuk mampir ke salah satu warung makan yang tidak jauh dari rumah korban.

Di warung itu, tersangka memberikan minuman hingga korban teler dan menuruti kata-kata tersangka. Tersangka mengajak korban untuk pulang, lalu minta korban untuk memasukkan semua uang dan perhiasan yang dimiliki korban ke kantong.

Setelah itu, tersangka memberikan garam, kue, dan air minum dalam kemasan sebagai ganti uang serta perhiasan yang dibawa. Setelah korban tersadar dari pengaruh hipnotis, tersangka sudah kabur. Korban lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Metro Kemayoran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau