Indonesia Bisa Tarik Investasi Tujuh Kali Lipat

Kompas.com - 07/03/2010, 07:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, Indonesia berpotensi menarik investasi tujuh kali lipat dari saat ini yang hanya 0,17 persen dari total investasi asing dunia.

"Data beberapa tahun terakhir ini Indonesia cuma bisa meraih sekitar 0,17 persen dari total investasi asing dunia. Semestinya kita harus bisa meraih 0,75 persen dengan pertumbuhan ekonomi saat ini," kata Gita dalam sosialisasi kebijakan penanaman modal di Cipanas, Jabar, Jumat (5/3/2010).

Realisasi investasi Indonesia pada 2009 mencapai Rp 135 triliun (sekitar 135 miliar dollar AS) yang terdiri atas Rp 100 triliun investasi asing dan Rp 35 triliun investasi dalam negeri.

Ia menjelaskan total investasi asing dunia pada 2009 yang sebesar 1,2 triliun dollar AS akan meningkat menjadi 1,4 triliun dollar AS pada 2010.

Selama dua tahun terakhir nilai investasi asing turun yaitu dari 1,7 triliun dollar AS pada 2008 menjadi 1,2 triliun dollar AS pada 2009. Pemulihan ekonomi global diperkirakan meningkatkan nilai investasi dunia hingga 1,8 triliun dollar AS pada 2011.

Gita mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kalibrasi ulang terhadap struktur ekonomi Indonesia agar tidak terlalu bergantung pada konsumsi karena China sedang melakukan hal yang sebaliknya.

Saat ini, ekonomi Indonesia masih mengambil porsi yang sangat kecil dibanding ekonomi dunia. Dari 6,7 triliun dollar AS nilai ekonomi dunia, Indonesia hanya mengambil 550 miliar dollar AS saja. "Kita perlu merencanakan secara makro guna meningkatkan peran investasi untuk perekonomian Indonesia," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau