Sudah Tiga Bulan Angin Puting Beliung Landa Karawang

Kompas.com - 08/03/2010, 01:24 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Tiga bulan terakhir, angin puting beliung melanda Kabupaten Karawang. Tercatat, 13 kecamatan di situ menjadi korban. 
    
Sesuai dengan data Dinas Sosial Karawang, ke-13 kecamatan yang diterjang angin puting beliung selama Januari hingga pekan pertama Maret 2010 ialah Kecamatan Ciampel, Majalaya, Tegalwaru, Karawang Barat, Teluk Jambe Timur, dan Kecamatan Teluk Jambe Barat. 
    
Lalu, yang lainnya,  Kecamatan Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Lemah Abang, Pedes, Kotabaru, Cikampek, dan Kecamatan Tirta Mulya.  "Angin puting beliung yang menerjang 13 kecamatan selama Januari hingga pekan pertama Maret itu telah merusak ribuan rumah, dan lebih dari 20 rumah rusak berat," kata Kepala Dinas Sosial Karawang, Banuara Nadeak, Minggu (7/3/2010).
    
Dikatakannya, di daerah-daerah yang terkena angin puting beliung itu tercatat lebih 35.000 jiwa dan lebih dari 10.000 KK.
    
Rumah penduduk yang diterjang angin puting beliung itu kebanyakan hanya mengalami kerusakan ringan atau hanya genteng saja yang berterbangan. Sedangkan rumah yang rusak berat hingga ambruk akibat diterjang angin puting beliung, hanya sebagian kecil.  "Korban angin puting beliung yang rumahnya rusak atau hanya genteng yang berterbangan, langsung dilakukan perbaikan sehari setelah kejadian angin puting beliung oleh warga sendiri. Sedangkan korban yang rumahnya ambruk, harus menunggu bantuan material dari Bagian Kesra," katanya.
    
Sedangkan Dinas Sosial Karawang yang merupakan bagian dari satuan pelaksana penanggulangan bencana alam hanya bertugas memberikan bantuan berupa makan-makanan, seperti mie instan, beras, air mineral, dan jenis makanan lainnya.  "Selama kejadian angin puting beliung Januari sampai awal Maret, kami sudah mengeluarkan bantuan sebanyak 15 ton beras, 800 dus mie instan, 70 dus air mineral, dan 750 sarden. Selain itu, kami juga memberikan bantuan lain berupa kecap, saos, gula, biskuit, tikar, dan selimut," kata Banuara.
    
Menurut dia, berdasarkan catatan Dinas Sosial Karawang, kejadian angin puting beliung pada tahun ini cukup banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang hanya terjadi di beberapa kecamatan. Sedangkan pada 2010 ini, kejadian angin puting beliung terjadi di 13 kecamatan. "Kalau tahun ini, bencana alam yang terjadi di Karawang kebanyakan angin puting beliung. Sedangkan pada 2009 lalu, kebanyakan daerah dilanda banjir," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau