Februari, Yamaha Kembali Memimpin

Kompas.com - 08/03/2010, 14:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lepas bulan kedua, terjadi konstelasi baru pada penjualan motor nasional. Honda, yang selama ini memimpin, disalip kembali oleh Yamaha pada Februari 2010.

Mengacu data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang diperoleh Kompas.com, penjualan merek berlambang garpu tala itu kembali memimpin dengan angka tertinggi 250.894 unit atau menguat 4,8 persen dari posisi Januari yang tercatat 239.340 unit. Sementara itu, Honda sebagai seterunya harus puas di posisi runner up. Meski demikian, merek berlambang sayap mengepak tersebut berhasil mencatatkan penjualan positif atau naik 12, 6 persen dari 216.041 unit menjadi 243.412 unit.

Posisi ketiga diduduki Suzuki, satu-satunya merek yang mengalami penurunan penjualan 7,8 persen atau 37.064 unit. Adapun Kawasaki menutup pasar dengan hasil 6.007 unit atau naik 1,5 persen.

"Inden kami banyak di semua tipe sejak Desember. Jadi, Januari dan Februari, kami berusaha memenuhi stok agar tercapai angka ideal. Saat ini, posisi stok nasional Yamaha antara 0,6 dan 0,7 per bulan," ujar Dyonisius Beti kepada Kompas.com, Senin (8/3/2010).

Secara terpisah, Julius Aslan selaku Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan bahwa total produksi ideal belum bisa dipenuhi pabrik pada Februari. Hal ini membuat pasokan ke dealer pada Februari menjadi kurang.

"Pada kuartal dua nanti, kami akan bangkit. Produksi sudah mencapai ideal dari kapasitas yang ada," janji Julius dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Astra International Tbk, belum lama ini.

Sementara itu, total pasar motor nasional pada bulan lalu mengalami peningkatan sebesar 6,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 502.590 unit menjadi 537.377 unit (di luar Kanzen). Menanggapi situasi pasar, Manajer Penjualan Nasional PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Freddyanto Basuki menjelaskan, penjualan pada Januari lebih kecil karena banyak produk sisa tahun sebelumnya di dealer.

Menurutnya, konsumen cenderung menunggu produk dengan tahun produksi baru sehingga penurunan penjualan selalu terjadi pada awal tahun. "Pada Januari, stok tahun lama menumpuk. Untuk itu, penjualan menurun. Tapi, pada Februari, penjualan meningkat lagi karena memenuhi pesanan akhir tahun," papar Freddy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau