Tuntut Tiket, Aremania Serbu Balaikota

Kompas.com - 08/03/2010, 15:17 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Puluhan suporter Arema (Aremania) yang mewakili 75 koordinator wilayah (korwil) di Malang Raya, Senin (8/3/2010), "menyerbu" Balaikota Malang karena tidak mendapatkan jatah tiket laga Derbi Malang yang mempertemukan Persema dengan Arema di Stadion Gajayana, Selasa (9/2).

Salah seorang perwakilan korwil H Slamet mengungkapkan, kedatangan perwakilan korwil tersebut untuk meminta jatah tiket yang telah diajukan ke panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persema sebanyak 3.200 lembar.

"Kami sangat terkejut ketika mendengar adanya penolakan dari panpel ketika kami meminta kuota tiket yang telah dipatok sebanyak 3.200 lembar dari pihak Panpel Persema selaku tuan rumah," tegas Slamet.

Karena adanya penolakan dari panpel itu maka perwakilan korwil langsung datang ke Balaikota Malang untuk minta langsung ke wali kota selaku pembina tim berjuluk Laskar Ken Aron tersebut. Sebenarnya, kata Slamet yang juga ketua Korwil Tongan itu, pihaknya minta kuota 7 ribu tiket, namun pihak panpel menolak dan hanya diberi jatah 3.200 lembar.

"Ketika kami (Aremania) mengambil jatah tiket itu ke panpel juga ditolak, sehingga kami mendatangi Pak Wali," tuturnya.

Setelah Wali Kota Malang Peni Suparto melakukan koordinasi dan musyawarah dengan pihak Panpel Persema, akhirnya jatah tiket sebanyak 3.200 tersebut disetujui dan segera diberikan oleh panpel.    

"Jatah tiket sebanyak 3.200 lembar untuk Aremania ini sudah kami setujui dan panpel berjanji akan memberikannya. Jadi silakan dibagi sendiri, saya dan panpel tidak ikut campur," ujar Peni menegaskan.

Salah seorang Aremania Korwil Dinoyo Asiono mengakui, kuota tiket yang diberikan Panpel Persema tersebut masih kurang dan jauh dari jumlah riil Aremania yang terbagi menjadi 75 korwil.

"Mau bagaimana lagi, jatahnya memang segitu. Mau tidak mau, ya harus dibagi rata per korwil agar tidak menimbulkan kecemburuan," papar Asiono.

Sebelumnya, Panpel Persema mengagendakan pemecahan rekor MURI untuk penonton perempuan terbanyak dalam laga Persema melawan Arema Indonesia di Stadion Gajayana, Selasa (9/3), namun dibatalkan karena berbagai alasan. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau