JAKARTA, KOMPAS.com - Defisit anggaran dalam APBN Perubahan 2010 membengkak menjadi 2,1 persen dari sebelumnya yang hanya 1,6 persen dalam APBN 2010. Kendati melebar cukup besar, namun pemerintah menegaskan bahwa defisit ini terbilang rendah bila dibandingkan negara-negara di Uni Eropa.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di sela-sela jumpa pers, di Kantor Kementrian Keuangan, Jakarta, Senin ( 8/3/2010 ).
"Dalam RAPBN-P 2010 , pelebaran defisit anggaran menjadi 2,1 persen dari sebelumnya dalam APBN 2010 yang mencapai 1,6 persen. Kalau Indonesia defisitnya itu 2,1 persen itu masih jauh dibawah negara-negara Eropa," ungkap Menkeu.
Menkeu mengatakan hampir semua negara di dunia mengalami defisit anggaran yang cukup besar karena perbaikan kondisi ekonomi global yang masih rapuh.
Di Spanyol, misalnya, defisit anggarannya mencapai 11,4 persen, Italia mencapai 5,4 persen, Yunani 12,7 persen, Portugal mencapai 9,3 persen, dan Irlandia mencapai 11,6 persen.
Untuk menekan defisit, pemerintah biasanya menaikkan penerimaan dan memotong belanja negara. Tak heran, bila kebijakan kenaikan defisit ini lantas memicu kekisruhan politik.
"Hampir semua negara budget defisitnya besar. Solusinya penerimaan dinaikkan dan belanja dipotong dan biasanya politik enggak bisa menerima sehingga terjadi kekisruhan politik," jelasnya.
Menkeu mencontohkan, di Yunani terjadi kekisruhan ekonomi politik karena penerimaan negaranya sangat sedikit dengan belanja negara sangat besar sehingga defisitnya semakin lebar. "Perdana Menteri Yunani sampai pergi ke beberapa negara di Eropa untuk mendapatkan dukungan terhadap ini (defisit anggaran). Yunani belanjanya foya-foya dan penerimaannya sedikit," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang