MIRANSHAH, KOMPAS.com — Juru bicara kelompok induk Taliban Pakistan, Tehreek-e-Taliban, Senin (8/3/2010), menyatakan bertanggung jawab atas ledakan bunuh diri yang menewaskan 13 orang di Lahore.
"Kami menyatakan bertanggung jawab atas ledakan di Lahore. Kami akan meneruskan serangan seperti itu pada masa yang akan datang," ungkap juru bicara Tehreek-e-Taliban (TTP), Azam Tariq, kepada dua wartawan AFP melalui panggilan telepon dari tempat yang tak diungkapkan.
"Serangan itu untuk membalas serangan pesawat mata-mata (AS) dan operasi militer (Pakistan) di daerah suku. Kami akan melakukan serangan seperti itu selama serangan pesawat mata-mata dan operasi diteruskan," katanya.
Pesawat mata-mata AS menyerang secara rutin sasaran para komandan Taliban dan Al Qaeda di wilayah suku semi-otonomi Pakistan. Washington menyebut wilayah ini sebagai markas besar global Al Qaeda dan terletak di daerah yang berbatasan dengan Afganistan.
Militer Pakistan mengklaim telah membuat perolehan besar menghadapi markas besar Taliban dan Al Qaeda dalam setahun terakhir, menyusul serangan besar di Distrik Swat dan wilayah suku Waziristan Selatan di bagian barat laut Pakistan.
Pengebom mobil bunuh diri, Senin, menghancurkan kantor yang digunakan untuk menginterogasi orang-orang yang diduga gerilyawan di Lahore. Bom tersebut juga menewaskan 13 orang. Ini adalah serangan terakhir ke sasaran pasukan keamanan di ibu kota kebudayaan Pakistan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang