Taliban Bertanggung Jawab atas Bom Bunuh Diri

Kompas.com - 08/03/2010, 20:43 WIB

MIRANSHAH, KOMPAS.com — Juru bicara kelompok induk Taliban Pakistan, Tehreek-e-Taliban, Senin (8/3/2010), menyatakan bertanggung jawab atas ledakan bunuh diri yang menewaskan 13 orang di Lahore.

"Kami menyatakan bertanggung jawab atas ledakan di Lahore. Kami akan meneruskan serangan seperti itu pada masa yang akan datang," ungkap juru bicara Tehreek-e-Taliban (TTP), Azam Tariq, kepada dua wartawan AFP melalui panggilan telepon dari tempat yang tak diungkapkan.

"Serangan itu untuk membalas serangan pesawat mata-mata (AS) dan operasi militer (Pakistan) di daerah suku. Kami akan melakukan serangan seperti itu selama serangan pesawat mata-mata dan operasi diteruskan," katanya.

Pesawat mata-mata AS menyerang secara rutin sasaran para komandan Taliban dan Al Qaeda di wilayah suku semi-otonomi Pakistan. Washington menyebut wilayah ini sebagai markas besar global Al Qaeda dan terletak di daerah yang berbatasan dengan Afganistan.

Militer Pakistan mengklaim telah membuat perolehan besar menghadapi markas besar Taliban dan Al Qaeda dalam setahun terakhir, menyusul serangan besar di Distrik Swat dan wilayah suku Waziristan Selatan di bagian barat laut Pakistan.

Pengebom mobil bunuh diri, Senin, menghancurkan kantor yang digunakan untuk menginterogasi orang-orang yang diduga gerilyawan di Lahore. Bom tersebut juga menewaskan 13 orang. Ini adalah serangan terakhir ke sasaran pasukan keamanan di ibu kota kebudayaan Pakistan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau