Tiket Arsenal Tanpa Fabregas

Kompas.com - 09/03/2010, 03:21 WIB

London, Senin - Absennya Cesc Fabregas tidak serta-merta melemahkan Arsenal selama gelandang Andrei Arshavin, Theo Walcott, dan striker Eduardo bermain. Fabregas tidak bisa tampil saat Arsenal menjamu FC Porto pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Emirates, Selasa (9/3) atau Rabu dini hari WIB.

Fabregas cedera hamstring tak lama setelah mencetak gol pembuka saat Arsenal melibas Burnley 3-1 di kandang pada Liga Inggris, Sabtu. Ia diganti Abou Diaby setelah tampil 39 menit.

Pelatih Arsenal Arsene Wenger menyebutkan, Fabregas absen melawan Porto. ”Kami bahkan tak bisa melakukan perjudian, bisa atau tidak, dia tampil,” ungkap Wenger, Senin (8/3).

Tidak bisa dimungkiri, tanpa Fabregas, Arsenal kehilangan salah satu mesin gol dan pengumpan andal. Wenger menyebut gelandang Spanyol berusia 22 tahun itu sebagai pemain fantastis. Musim ini Fabregas mengoleksi 14 gol dan melakukan 15 assist di Liga Inggris dan mencetak tiga gol di Liga Champions.

Dalam latihan kemarin, Fabregas tidak terlihat bersama skuad Arsenal. Hal ini kian memperjelas, Wenger harus menyiapkan skema timnya tanpa Fabregas. Dalam situasi Fabregas absen, pelatih asal Perancis itu agaknya akan menurunkan Abou Diaby sebagai penggantinya.

Diaby absen pada lawatan Arsenal ke Porto pada leg pertama, 17 Februari lalu, saat Arsenal takluk 1-2. Meski belum sebagus Fabregas, gelandang Perancis itu juga lumayan tajam mengendus peluang gol. Sudah enam gol dia sumbangkan di Liga Inggris.

Petarung yang sopan

Selain kabar buruk soal cedera Fabregas, yang menggembirakan Wenger adalah beberapa pemain kuncinya sudah bisa tampil, seperti kiper Manuel Almunia, gelandang Andrei Arshavin, Theo Walcott, dan striker Eduardo. Kecuali Walcott, para pemain itu berhalangan karena cedera saat Arsenal kalah 1-2 di Porto.

Hadirnya Almunia membuat gawang Arsenal lebih kokoh. Dua gol kemasukan Arsenal pada leg pertama lalu lebih akibat kecerobohan kiper Lukasz Fabianski, yang waktu itu tampil. Bek Sol Campbell, pencetak gol balasan ke gawang Porto saat itu, bisa turun—mengisi posisi William Gallas yang cedera— setelah Sabtu lalu diistirahatkan.

Perbedaan krusial saat ini dibandingkan leg pertama adalah bisa tampilnya Arshavin. Pemain sayap Rusia itu sudah tidak bisa diragukan lagi kontribusinya bagi ”the Gunners”. Ditambah Walcott, serangan Arsenal tidak akan melempem meski tanpa Fabregas.

Arshavin dan Walcott menceploskan gol kemenangan Arsenal atas Burnley, Sabtu lalu. ”Theo seorang petarung dan itu bisa Anda lihat Sabtu lalu,” kata Wenger di situs Arsenal. ”Yang Anda saksikan pekan ini memperlihatkan siapa dia sebenarnya. Dia petarung yang sopan.”

Akibat kekalahan 1-2 di Porto, Arsenal harus menang minimal 1-0 untuk merebut tiket lolos ke perempat final. Selain tak boleh kecolongan gol, mereka butuh striker yang tajam mencetak gol. Eduardo bisa jadi jawaban atas mandulnya Nicklas Bendtner.

Porto tolak bertahan

Di pihak Porto, sadar kebobolan di kandang dan harus membalas saat tandang, gelandang Raul Meireles menyatakan tidak akan tampil bertahan. ”Kami tak akan bermain ultradefensif di London. Itu bukan gaya kami dan mencoba memainkan gaya itu bakal menjadi bencana buat kami,” katanya.

Porto selalu kalah dalam enam lawatan terakhir ke London. Kekalahan musim lalu 0-4 di babak grup merupakan kekalahan terbesar mereka. Sebelum itu, pada September 2006, Porto juga kalah 0-2 di kandang Arsenal.

”Arsenal tim berbahaya saat menyerang dan melepaskan bola pada mereka bakal mendatangkan kekacauan pada kami. Namun, saya optimistis dan skuad kami yakin, kami bakal lolos ke delapan besar. (AP/AFP/SAM)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau