JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah bintang film Hantu Puncak Datang Bulan, Andi Soraya, ”nyanyi” kepada media bahwa dirinya belum dibayar penuh dari total honor yang semestinya diterima, giliran Keke Dheraj, produser film tersebut, yang angkat bicara perihal kapan hak Andi akan dibayarkan.
”Jawabannya sudah pasti kalau filmnya tayang,” kata Keke saat dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya di Jakarta, Senin (8/3/2010).
Untuk sementara, bos K2K Production itu mengaku belum bisa membayar penuh Andi Soraya lantaran Hantu Puncak Datang Bulan diancam tak boleh tayang oleh salah satu organisasi kemasyarakatan. ”Kemarin sempat ada masalah. Jadi, belum tayang, sementara kami bakal lunasin pembayarannya kalau sudah tayang filmnya,” ungkap Keke.
Enggan merugi dan juga merugikan para artis pedukungnya, sebagai jalan keluar, Keke terpaksa mengubah judul film Hantu Puncak Datang Bulan. ”Ya, kami terpaksa ganti jadi Dendam Pocong Mupeng,” kata Keke. ”Itu jalan terakhir,” ucapnya.
Dengan penggantian nama tersebut, Keke berharap Dendam Pocong Mupeng bisa menjadi solusi. ”Ya, harapannya bisa tayang dan bisa diterima, saya ingin ini (bisa tayang dan membayar lunas honor artis) cepat selesai,” katanya. (C7-09)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang