Teroris Pamulang Diduga Terkait Aceh

Kompas.com - 09/03/2010, 13:09 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Kelompok teroris yang digerebek pasukan Densus 88 Mabes Polri di Pamulang, Tangerang Selatan, diduga memiliki kaitan dengan jaringan teroris di Aceh yang saat ini sedang diburu.

"Ini dugaan sementara. Untuk lebih jelas silakan konfirmasi ke Mabes Polri," kata Waka Polsek Metro Pamulang, AKP Tatang Syarief di lokasi kejadian, Selasa (9/3/2010).

Seperti diberitakan, pasukan Densus 88 melakukan penggerebekan di sebuah ruko di Jalan Siliwangi Blok A No.3 Kelurahan Pamulang, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, dan menahan dua pelaku yang diduga teroris.

Penggerebekan itu dilakukan oleh aparat bersenjata lengkap dan berpakaian preman pada sebuah warung internet (warnet) di Kawasan Puri Pamulang. Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari petugas Mabes Polri yang melakukan penggerebakan di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, saksi mata yang melihat penggerebakan di warnet, Umi (25) mengatakan ketika penggerebekan terdengar suara tembakan dari dalam warnet. Menurut Umi, suara tembakan itu terdengar saat dia berada di sebelah warnet ketika sedang mengurus keperluan untuk salon kecantikan.
   

Saat ini di TKP masih dipasang garis polisi agar warga setempat tidak memasuki warnet dan petugas siaga mengamankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau