Abu Jibril: Dr Fauzi is My Disciple

Kompas.com - 09/03/2010, 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Abu Jibril, the father of M. Jibril who was apprehended last year for suspicion of terrorism, confirmed that Dr. Fauzi is his disciple.

Dr. Fauzi, whose home is often visited by the terrorist suspects from Asem alley, Setia Budi, Pamulang, Tangerang, is a member of Abu Jibril's congregation. The doctor regularly attended Abu Jibril's preachings at the Al Munawaroh mosque, West Pamulang.

"I'm a cleric, a teacher. I have many students, dozens, hudrends, thousands. Dr. Fauzi comes to pray everyday," said Abu Jibril, Tuesday evening at the location of the terrorist raid, at the stores at Puri Pamulang, Tangerang.

He claimed he doesn't know Dr. Fauzi's activities beyond attending his services. "I teach the Koran and the Hadith. Whether my teachings are right or not, please come and see for yourself. But don't accuse me of being a terrorist. I don't know whether he (Dr. Fauzi) did anything against my teachings."

He claimed that Dr. Fauzi came to pray regularly before dawn. But he doesn't remember how long the doctor has been attending his prayer gatherings. "He regularly attended the prayer gatherings."

About the other terrorist suspects, whether the ones shot dead or detained, Abu Jibril stated he didn't know whether they also regularly attended his services or not. (Inggried Dwi Wedhaswary/C17-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau