Police Need Proof to Confirm The Dead Terrorist As Dulmatin

Kompas.com - 10/03/2010, 05:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Police need proof to confirm their belief that the terror suspect who was shot dead in Pamulang, South Tangerang, Banten, on Tuesday is really the most wanted terrorist Dulmatin, an official said. "The results of an identification process by the Police Headquarters is needed before we can be sure that one of the dead bodies shot in Pamulang during an exchange of fire belongs to Dulmatain," Anti-Terror Desk Chief of the Political, Legal and Security Affairs Ministry, Ansyaadi Mbai said here on Tuesday.

The Densus-88 anti-terror police unit raided two places in Pamulang, South Tangerang, near Jakarta on Tuesday, killing three terror suspects. The Densus-88 anti-terror police located and shot dead three terror suspects at two separate places in Pamulang sub-district, South Tangerang City, Banten province, on Tuesday, a police spokesman said.

Head of the National Police headquarters’ information division, Insp. Gen. Edward Aritonang, said the police also arrested three other terror suspects during the raids. He said the first raid was conducted at 11.30 am on an Internet outlet at the Puri Pamulang shophouse complex in Jalan Siliwangi No.6 in in Pamulang, in south Tangerang city.
     
"The suspect with his initial YI alias M was shot dead after he opened fire at police. Police also took into custody a women with three children because they were at the location during the raid," Aritonang said. YI alias M was believed to be Dulmatin.
     
Besides shooting dead one terror suspect on Jalan Siliwangi, the police at 12.20 am also shot dead two other terror suspects at Jalan Setiabudi No.15, also in Pamulang, South Tangerang city or several kilometers from the first raided scene. Aritonang said  the two dead suspects from Jalan Setiabudi were identified as R and H, while two others known by their initials as BR alias AH and SB alias I were arrested.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau