Teroris Bercadar Itu Laki-laki

Kompas.com - 10/03/2010, 12:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menyatakan bahwa tiga tersangka teroris yang tewas di Pamulang adalah laki-laki. Padahal, dalam penggerebekan Selasa (9/3/2010) kemarin, salah satu tersangka mengenakan cadar.

Penelusuran Kompas.com di TKP Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, sejumlah warga memang mengaku sempat melihat bahwa salah satu tersangka teroris bercadar. Mereka sempat mengira perempuan, tetapi ternyata diketahui sebagai seorang laki-laki.

"Pas kejadian kan memang ada dua orang. Yang satu jelas laki-laki, tapi yang satu sepertinya perempuan karena pakai gamis dan cadar," ungkap saksi kejadian, Rosiana, di lokasi, Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, Rabu (10/3/2010).

Saat itu, kata Rosiana, ia sedang bersama ibunya, Supit, di depan rumahnya yang tepat di depan TKP. Saat kejadian berlangsung, ia langsung berlari bersembunyi di balik jendela. Ia mengatakan melihat kedua tersangka teroris yang menggunakan sepeda motor itu tersungkur dan ditembaki polisi karena melawan.

Tersangka teroris yang bercadar itu, kata dia, sempat meloncat dan berlari ke arah warung miliknya. "Di situ dia jatuh dan cadarnya kebuka. Keliatanlah mukanya. Muka laki-laki," terangnya.

Saat itu tersangka teroris tersebut berusaha melawan sehingga dihujani peluru polisi. Ia mendengar setidaknya lima kali tembakan polisi. "Akhirnya dia matinya di situ, depan warung saya," terangnya.

Rosiana mengatakan, pria bercadar itu terlihat berkulit putih dan berhidung mancung, tetapi tidak memiliki jenggot dan kumis. Badannya pun tegap, tidak gemuk dan tidak kurus. "Dia pakai gamis selutut. Mukanya tadinya ditutupin cadar. Trus juga pakai celana cingkrang dan sandal gunung," katanya.

Sementara, itu tersangka teroris yang lainnya, kata dia, terkapar di tengah gang. "Posisinya agak terpisah karena yang pakai cadar ini loncat dan mau lari," tuturnya.

Hingga saat ini belum ada kepastian siapa sebenarnya kedua tersangka teroris yang tewas di Gang Asem tersebut. Rencananya, Mabes Polri akan menggelar jumpa pers dan mengumumkan siapa saja tersangka teroris yang dilumpuhkan di Pamulang tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau