JAKARTA, KOMPAS.com — Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menyatakan bahwa tiga tersangka teroris yang tewas di Pamulang adalah laki-laki. Padahal, dalam penggerebekan Selasa (9/3/2010) kemarin, salah satu tersangka mengenakan cadar.
Penelusuran Kompas.com di TKP Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, sejumlah warga memang mengaku sempat melihat bahwa salah satu tersangka teroris bercadar. Mereka sempat mengira perempuan, tetapi ternyata diketahui sebagai seorang laki-laki.
"Pas kejadian kan memang ada dua orang. Yang satu jelas laki-laki, tapi yang satu sepertinya perempuan karena pakai gamis dan cadar," ungkap saksi kejadian, Rosiana, di lokasi, Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, Rabu (10/3/2010).
Saat itu, kata Rosiana, ia sedang bersama ibunya, Supit, di depan rumahnya yang tepat di depan TKP. Saat kejadian berlangsung, ia langsung berlari bersembunyi di balik jendela. Ia mengatakan melihat kedua tersangka teroris yang menggunakan sepeda motor itu tersungkur dan ditembaki polisi karena melawan.
Tersangka teroris yang bercadar itu, kata dia, sempat meloncat dan berlari ke arah warung miliknya. "Di situ dia jatuh dan cadarnya kebuka. Keliatanlah mukanya. Muka laki-laki," terangnya.
Saat itu tersangka teroris tersebut berusaha melawan sehingga dihujani peluru polisi. Ia mendengar setidaknya lima kali tembakan polisi. "Akhirnya dia matinya di situ, depan warung saya," terangnya.
Rosiana mengatakan, pria bercadar itu terlihat berkulit putih dan berhidung mancung, tetapi tidak memiliki jenggot dan kumis. Badannya pun tegap, tidak gemuk dan tidak kurus. "Dia pakai gamis selutut. Mukanya tadinya ditutupin cadar. Trus juga pakai celana cingkrang dan sandal gunung," katanya.
Sementara, itu tersangka teroris yang lainnya, kata dia, terkapar di tengah gang. "Posisinya agak terpisah karena yang pakai cadar ini loncat dan mau lari," tuturnya.
Hingga saat ini belum ada kepastian siapa sebenarnya kedua tersangka teroris yang tewas di Gang Asem tersebut. Rencananya, Mabes Polri akan menggelar jumpa pers dan mengumumkan siapa saja tersangka teroris yang dilumpuhkan di Pamulang tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang