JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka teroris bercadar yang tewas di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, ternyata sempat melakukan perlawanan dan mencoba kabur dari kejaran polisi. Saat kejadian, ia sedang berboncengan naik sepeda motor, kemudian meloncat dan lari ke arah rumah-rumah warga.
"Pas motornya jatuh, yang pakai cadar dan gamis itu langsung loncat. Dia lari ke arah warung saya," kata Rosiana, salah seorang saksi kejadian, di lokasi TKP, Rabu (10/3/2010).
Saat itulah, teroris bercadar yang sempat dikira perempuan itu jatuh tersungkur. Saat didekati polisi, kata Rosiana, ia sempat berusaha melawan dengan melakukan tindakan seperti hendak memukul dan melempar sesuatu. "Tapi enggak nembak dan enggak punya pistol," katanya.
Saat itulah polisi kemudian menghujani tersangka teroris tersebut dengan tembakan. Ia kemudian tewas di depan warung milik Rosiana. Di lokasi kejadian, bahkan masih tersisa lima lubang bekas tembakan polisi.
Rosiana mengatakan, ia sempat menduga tersangka teroris itu merupakan wanita karena memakai cadar dan mengenakan pakaian gamis. "Tapi waktu cadarnya kebuka, keliatan kalau dia laki-laki," tuturnya.
Sementara tersangka teroris yang satunya lagi, kata dia, sudah lebih dulu tewas diberondong polisi di tengah jalan Gang Asem. Ia mengatakan, saat terjatuh di tengah gang, polisi langsung menembak tersangka hingga kembali tersungkur.
Hingga saat ini belum ada kepastian siapa sebenarnya kedua tersangka teroris yang tewas di Gang Asem tersebut. Mabes Polri, rencananya, akan menggelar jumpa pers dan mengumumkan siapa saja tersangka teroris yang dilumpuhkan di Pamulang tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang