Rupiah Juga Melaju, Incar 9.150

Kompas.com - 10/03/2010, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (10/3/2010) sore, naik 15 poin menjadi Rp 9.175-Rp 9.185 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya, Rp 9.190-Rp 9.200. Hal ini terjadi karena pelaku pasar kembali membeli rupiah.
     
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Rabu, memperkirakan bahwa rupiah dapat naik lagi terhadap dollar AS. "Kami optimistis, pasar masih positif. Hal ini mendorong rupiah terus menguat hingga mendekati angka Rp 9.150 per dollar AS," ucapnya.

Faktor utama yang mendorong pelaku membeli rupiah menurutnya terlihat dari penjualan obligasi pemerintah yang terus meningkat karena pelaku asing aktif membeli surat utang negara itu. "Selain itu, indikator ekonomi makro Indonesia yang terus membaik juga memberikan kepercayaan pelaku asing untuk tetap menginvestasikan dananya di pasar domestik," katanya.

Menurut Kostaman, Indonesia masih menjadi pasar potensial yang memberikan keuntungan ketimbang pasar lainnya. Oleh karena itu, investasi asing terus meningkat. "Kondisi ini merupakan peluang bagi rupiah untuk terus menguat hingga menjauhi angka Rp 9.200 poin," ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan rupiah itu juga dipicu oleh faktor eksternal, seperti membaiknya saham-saham AS sehingga mendorong penguatan bursa regional. Rupiah menurutnya masih dapat bergerak naik. Namun, pencapaian angka Rp 9.100 per dollar AS kemungkinan akan tertahan oleh aksi Bank Indonesia (BI) yang kemungkinan akan melepas rupiah agar kenaikan rupiah tidak terlalu cepat.

"Rupiah bisa saja mencapai Rp 9.100 per dollar AS. Namun kenaikan yang terlalu cepat membuat pelaku usaha kesulitan untuk menentukan harga jualnya di pasar ekspor," ucapnya.

Kostaman juga mengatakan bahwa posisi rupiah saat ini sangat bagus. Dia berharap, BI dapat menjaga agar rupiah tidak merosot terlalu cepat, apalagi BI mempunyai cadangan yang cukup besar. "Kami optimistis, BI akan menjaga likuiditas rupiah agar tidak terpuruk apabila ada isu negatif yang akan menekannya lebih jauh," ucapnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau