Jelajah musi 2010

Warga Desa Semangus Hanya Andalkan Hasil Kebun

Kompas.com - 10/03/2010, 16:29 WIB

KOMPAS.com- Warga Desa Semangus, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, hanyalah salah satu desa di tepi Sungai Musi. Desa ini pun terletak persis di tepi muara Sungai Semangus yang bermuara di Sungai Musi.

Desa Semangus adalah salah satu dari puluhan desa yang diterjang banjir besar pada pekan terakhir Februari lalu. "Banjir kemarin menenggelamkan hampir semua rumah di sini. Ada juga rumah yang ambruk,” kata Ridwan (65), salah satu warga Desa Semangus, saat ditemui tim Jelajah Musi 2010 Harian Kompas, di desanya, Rabu (10/3/2010) siang.

Sumber nafkah warga desa ini, seperti juga semua desa di tepi Sungai Musi, mengandalkan hasil kebun, seperti karet, kopi, durian, dan duku. Sebagian kecil lainnya mengandalkan sumber nafkah dari padi ladang. “Mata pencaharian kami kebanyakan mngandalkan hasil kebun,” ucap Ridwan.

Seorang warga Kota Tangerang asal Desa Semangus, Dewi, mengenang masa kecilnya pada awal tahun 1980-an di desa itu. Warga Semangus kala itu subur makmur. “Dulu waktu aku kecil, masyarakat di Semangus makmur-makmur. Anak-anak sekolah di kota dan banyak juga sarjana. Kala itu jaya-jayanya musim tebang hutan, sampai olahraga kami kalau liburan adalah balap speedboat, karena setiap rumah pasti punya alat transportasi air ini,” jar Dewi.

Dia melanjutkan, “Perempuannya juga banyak berhias emas di tubuh mereka. Bahkan kalau pesta tak cukup dua hari. Sekarang kampung ayahku menjadi miskin. Apalagi saat ini sudah dikelilingi perkebunan sawit, sehingga banjir menjadi-jadi. Sungai Musi yang dulu susah diseberangi karena dalam dan lebar, kini dangkal dan pada musim kemarau bisa diseberangi dengan berjalan kaki. Kalau musim hujan banjir merendam desa.”

Desa Semangus hanyalah salah satu desa yang menjadi korban kesalahan para pengambil keputusan. Pembabatan hutan dan pembukaan perkebunan sawit secara jor-joran di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Musi, telah menyebabkan banjir setiap musim hujan. Banjir besar lima tahunan pada Februari lalu, telah menyebabkan pula ribuan keluarga di Kabupaten Musi Rawas dan tetangganya Kabupaten Musi Banyuasin sengsara, termasuk warga Semangus.  

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau