TKI Dibebaskan dari Tempat Penampungan

Kompas.com - 10/03/2010, 17:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 15 perempuan, enam di antaranya masih berusia di bawah 21 tahun, dibebaskan dari tempat penampungan tenaga kerja Indonesia (TKI) PT Arafah Bintang Perkasa, di Jalan Pluit Raya 200, Penjaringan, Jakarta Utara. Para calon TKI yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu mengaku diculik karena sebelumnya mereka tidak tahu akan dijadikan TKI.

Para perempuan itu dibebaskan setelah keluarga Raudatul Janah (17), salah seorang dari mereka, mencari dan meminta Raudatul pulang. Raudatul sudah lebih dari tiga bulan meninggalkan rumah. Permintaan ini akan dikabulkan asalkan pihak keluarga membayar Rp 7 juta kepada perusahaan.

Menurut penuturan Raudatul, dirinya diajak seseorang bernama Kemon untuk membeli baju dan jalan-jalan. Namun, setelah itu Raudatul dikurung. Dia pun dibawa ke Jakarta dengan pesawat terbang. Di Jakarta, Raudatul baru tahu kalau dirinya akan dijadikan TKI yang akan dikirim ke Singapura.

Selain Raudatul, masih ada lima orang calon TKI lain yang masih di bawah usia 21 tahun. Usia 21 tahun adalah usia minimal untuk menjadi TKI. Mereka adalah Rapita Sari (18), Laela Sarwaron (18), Ruh Mawati (19), Nur Haryati (19), dan Dita Oktafia (16).

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Penjaringan Inspektur Satu Samian mengatakan, pihaknya sedang memeriksa para calon TKI. Kami sedang memeriksa apakah benar ada trafficking, katanya.

Pihaknya juga sedang memeriksa dua orang pegawai PT Arafah Bintang Perkasa. Kami juga akan berkoordinasi dengan BNP2TKI dan Disnaker Lombok, ujarnya. Seharusnya Disnaker menggeluarkan surat rekomendasi untuk para calon TKI ini. "Tapi rekomendasinya tidak ada. Nanti kami cek," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau