Asean basketball league

Patriots Terima Cincin ABL, Dua Pemain SM hanya Nominator

Kompas.com - 10/03/2010, 20:10 WIB

KUALA LUMPUR, Kompas.com - Turnamen ASEAN Basketball League (ABL) pertama, mencapai titik kulminasinya pada Selasa (9/3/10) malam. Rangkaian kejuaraan yang untuk pertama kalinya mempertemukan enam tim terbaik di kawasan Asia Tenggara tersebut dengan resmi berakhir, yang ditandai dengan acara bertajuk Championship Presentation Dinner, di Hotel Garden, Kuala Lumpur, Malaysia.

ABL, yang merupakan "ide gila" CEO AirAsia Group Tony Fernandes--juga jadi pendiri--dan kini dimiliki E-live Entertainment dan Tune Sports, pada tahun pertama ini diikuti oleh klub Philippine Patriots (Filipina), Satria Muda BritAma (Indonesia), Singapore Slingers (Singapura), KL Dragons (Malaysia), Thailand Tigers (Thailand), dan Brunei Barracudas (Brunei Darussalam). Enam klub profesional itu berkompetisi selama lima bulan, yang dimulai Oktober 2009 dan berakhir Februari 2010.

Pada kompetisi perdana ini, tim Patriots membuktikan dirinya yang paling tangguh. Selain menjadi juara babak reguler, Patriots juga tampil sebagai jawara di babak final yang menggunakan sistem the best of five, setelah menang telak 3-0 atas SM BritAma. Alhasil, Jason Dixon dan kawan-kawan mereka berhak meraih trofi dan cincin ABL yang diberikan pada acara malam inagurasi tersebut.

Dalam sambutannya, Tony mengaku sangat bahagia dengan respons yang sangat positif dari berbagai kalangan, termasuk dukungan dari South East Asian Basketball Association (SEABA) dan FIBA Asia. Dia juga mengakui, kesuksesan ABL membuat "dunia luar" semakin mengenal basket Asia, karena semua pertandingan disiarkan oleh jaringan televisi.

Seperti halnya yang pertama, ABL musim kedua pun akan mulai bergulir bulan Oktober mendatang. Untuk kali ini, pesertanya mungkin bertambah tiga klub, sehingga total kontestan ABL 2010/2011 akan berjumlah sembilan tim.

SM BritAma hanya masuk dua nominasi

Pada ABL 2009/10, tim Patriots yang berhak memakai cincin lambang juara, memenangkan dua dari tiga penghargaan tradisional di ajang bola basket. Tim yang dimiliki oleh Tony Cojuangco dan Mikee Romero tersebut memperolehnya di kategori ABL Finals MVP yang diraih Warren Ybanez, serta Best ABL Imports yang jatuh ke pundak Jason Dixon.

Sementara itu untuk kategori ABL League MVP, pemain Thailand Tigers Attaporn Lertmalaiporn yang menyabetnya. Dia mengalahkan dua nominator lainnya, yaitu rekan setim Krustiwa Ratdech serta pemain masa depan SM BritAma Christian "Dodo" Ronaldo Sitepu.

Untuk kategori Best ABL Imports, pemain SM BritAma Nakiea Miller juga masuk nominasi. Tetapi guard asal Amerika Serikat tersebut gagal mengalahkan Dixon, kompatriotnya yang tampil sangat impresif bersama Patriots.

Dalam Championship Presentation Dinner yang hanya dihadiri oleh para pemain Patriots dan SM BritAma tersebut, juga diserahkan trofi dan cincin ABL bagi Patriots, serta medali perak untuk SM BritAma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau