Asean basketball league

Indonesia dan Filipina Bakal Punya Dua Tim di ABL 2010/2011

Kompas.com - 10/03/2010, 22:03 WIB

KUALA LUMPUR, Kompas.com - Musim ini, turnamen ASEAN Basketball League (ABL) bakal mementaskan sembilan kontestan. Selain enam tim yang sudah berkompetisi pada musim 2009/10 yang baru saja berakhir bulan lalu, yaitu Philippine Patriots (Filipina), Satria Muda BritAma (Indonesia), Brunei Barracudas (Brunei Darussalam), Singapure Slingers (Singapura), KL Dragons (Malaysia) dan Thailand Tigers (Thailand), bakal ada tambahan tiga tim baru.

Hal itu dikatakan oleh CEO ABL, Kuhan Foo, dalam acara malam inagurasi bertajuk Championship Presentation Dinner di Hotel Garden, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (9/3/10). Menurutnya, satu dari tiga tim baru itu akan berasal dari Vietnam, karena negara tersebut sudah menyatakan kesiapan untuk mengirimkan wakilnya pada musim 2010/11.

Pernyataan itu ditegaskan lagi oleh President SEABA Erick Thohir, yang bersama dengan Foo sudah terbang ke Vietnam untuk membicarakan kemungkinan negara tersebut menyertakan klub terbaiknya. Erick juga menyebutkan, selain Vietnam, dua tim yang lainnya akan berasal dari Indonesia dan Filipina. Artinya, pada ABL musim 2010/11 yang mulai bergulir Oktober nanti, Indonesia dan Filipina akan memiliki dua wakil.

"Ya, kemungkinan ada sembilan tim yang tampil pada ABL musim 2010/11, karena Vietnam sudah mengiyakan. Sedangkan dua tim lainnya berasal dari Indonesia dan Filipina, karena dua negara ini dianggap sebagai negara besar, sehingga mereka layak memiliki dua tim," ungkap Erick kepada Kompas.com, usai malam penyerahan penghargaan kepada tim dan pemain terbaik pada ABL 2009/10.

Namun dia belum bisa memastikan nama tiga tim baru tersebut. Hanya, kabar yang beredar menyebutkan, tim dari Filipina yang akan tampil adalah Smart Gilas, sedangkan dari Indonesia ada beberapa kemungkinan, yaitu tim dari Surabaya, atau Bandung, atau Jakarta, seperti yang disebutkan oleh pendiri ABL Tony Fernandes.

"Indonesia negara yang besar, jadi sangat memungkinkan ada dua tim yang tampil di ABL. Satu tim yang lain mungkin dari Surabaya, Bandung atau Jakarta," tutur Tony, yang juga CEO AirAsia Grup itu.

Jika demikian, maka ada beberapa kandidat tim dari Indonesian Basketball League (IBL) yang bakal tampil di ABL. Melihat performa tim-tim tersebut, maka yang berpeluang adalah CLS Knight Surabaya (Surabaya), Garuda Flexi Bandung (Bandung) serta dua tim dari Jakarta, yaitu Aspac atau Pelita Jaya.

Pada ABL 2009/10, Patriots menjadi juara sehingga mereka berhak meraih trofi dan cincin ABL. Sementara itu, SM BritAma yang kalah 0-3 dari Patriots di partai final, harus puas menyabet medali perak. Hadiah bagi kedua tim, serta tiga penghargaan kepada para pemain di kategori ABL Finals MVP, ABL League MVP dan Best ABL Imports, diberikan dalam malam inagurasi tersebut.

Patriots memang tampil sangat konsisten sepanjang ABL perdana ini, karena mereka juga menjuarai babak reguler dengan torehan 11 kemenangan dan 4 kekalahan dari 15 partai yang dilakoni. Sementara itu, Tigers yang ditengarai mengalami kendala finansial, terpuruk di dasar klasemen karena hanya menuai tiga kemenangan dari 15 pertandingan reguler.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau