All england

Tantangan Super Berat Menanti Sony dan Simon

Kompas.com - 10/03/2010, 23:55 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Dua tunggal putra terbaik di Pelatnas Cipayung, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, berhasil melewati adangan di babak pertama turnamen bulu tangkis All England Super Series. Pada pertandingan di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Rabu (10/3/10), mereka mengalahkan lawan-lawannya.

Sony, tidak terlalu kesulitan untuk menundukkan pemain masa depan China, Du Pengyu, dengan straight set 21-19, 21-10. Sementara itu, Simon yang tahun lalu menjadi juara di Denmark Terbuka Super Series, harus bertarung tiga set sebelum menang 17-21, 21-16, 21-12 atas pemain Malaysia Wong Choong Hann.

Namun di babak kedua turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini nanti, Kamis (11/3/10), Sony dan Simon bakal menghadapi tantangan yang super berat. Bagaimana tidak, dua pemain Indonesia yang tidak menjadi unggulan tersebut bakal diadang dua pemain top dunia.

Ya, dalam partai perebutan tiket ke perempat final, Sony akan menghadapi unggulan utama dari Malaysia Lee Chong Wei, yang lolos setelah menyingkirkan pemain andalan India Chetan Anand, dengan dua set langsung 21-15, 21-16. Ini merupakan partai ulangan perempat final Kejuaraan Dunia 2009 di Hyderabad, India, di mana Sony yang memenangkan duel selama tiga set.

Sementara itu, Simon bertemu dengan pemain veteran Denmark Peter Hoeg Gade, yang lolos setelah menang straight set 21-17, 21-17 atas pemain Belanda Dicky Palyama. Memang, usai Peter Gade sudah tua dan stamina Simon pasti lebih bagus. Akan tetapi, Simon harus memiliki ketenangan dan mental yang kuat, untuk mengalahkan Peter Gade yang menjadi unggulan kelima.

Jika Sony dan Simon langsung menghadapi lawan berat, Taufik Hidayat sedikit lebih ringan karena bertemu pemain non-unggulan dari Inggris, Andrew Smith. Meskipun demikian, bukan jaminan Taufik akan dengan mudah lolos ke perempat final dan semakin dekat dengan impiannya meraih gelar pertama di All England. Pasalnya, Smith tetap punya potensi membuat kejutan, jika Taufik yang merupakan unggulan keempat, tampil tidak pada formnya.

Hasil undian All England ini kurang bersahabat dengan tiga pemain Indonesia tersebut. Sebab, mereka berada di jalur yang sama dalam perjalanan ke semifinal. Artinya, jika sama-sama tak terbendung, maka akan terjadi perang saudara di babak empat besar.

Bahkan, Simon dan Taufik punya peluang "bertempur" di babak perempat final. Dengan asumsi Taufik bisa mengalahkan Smith, serta Simon mampu menjegal Peter Gade, maka mereka akan bertarung di babak delapan besar untuk memperebutkan tiket ke semifinal, menghadapi Sony (jika lebih dulu menyingkirkan Chong Wei).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau