All england super series

Hayom Sudah Maksimal, tapi Gagal Runtuhkan Tembok China

Kompas.com - 11/03/2010, 01:58 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Dionysius Hayom Rumbaka gagal meruntuhkan satu tembok China bernama Chen Jin, pada babak pertama turnamen bulu tangkis All England Super Series, Rabu (10/3/10). Pada pertandingan di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, yang berakhir pada Kamis dini hari WIB tersebut, Hayom menyerah 16-21, 21-19, 20-22 dari unggulan ketiga tersebut.

Dengan demikian, Indonesia kini hanya menyisakan tiga wakil tunggal putra di babak kedua turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso telah melewati adangan pertama, sebelum bertemu lawan yang lebih berat lagi pada hari Kamis ini.

Taufik yang merupakan unggulan keempat ditantang pemain Inggris Andrew Smith, sedangkan Sony dan Simon bertemu pemain unggulan. Sony akan bertemu unggulan pertama dari Malaysia Lee Chong Wei, sedangkan Simon menantang unggulan kelima dari Denmark Peter Hoeg Gade.

Meskipun gagal, acungan jempol pantas diberikan kepada Hayom. Pasalnya, pemain Pelatnas Cipayung yang tampil membawa bendera PB Djarum Kudus tersebut sempat membuat Chen Jin kewalahan sehingga harus melakoni pertarungan rubber-set berdurasi 58 menit.

Di set pertama, Hayom masih tampak kesulitan mengimbangi kehebatan Chen Jin. Meskipun sempat mengejar dan balik memimpin 7-5, Hayom tak mampu membedung Chen Jin yang bisa menyusul untuk menyamakan menjadi 7-7 dan terus melejit sampai menang 21-16.

Namun di set kedua, Hayom memberikan perlawanan yang mengejutkan, karena setelah tertinggal 7-11, dia bisa meraup empat poin untuk mengubah skor menjadi 11-11. Inilah titik balik bagi Hayom untuk mengambilalih kendali permainan, sehingga dia terus memimpin selepas kiedudukan 13-13, hingga menang 21-19 dan memaksa rubber set.

Pada game penentuan, duel berlangsung ketat dan menegangkan karena terjadi susul-menyusul angka. Ketika Hayom memimpin 6-4, Chen Jin yang meraih empat poin bisa mengejar dan membalikkan keadaan untuk unggul 8-6. Setelah itu, Hayom menyusul lagi dan memimpin 10-9. Perolehan poin kedua pemain pun tak terpaut jauh.

Chen Jin tampaknya akan segera mengakhiri pertandingan ketika memimpin 19-16. Tetapi Hayom yang tak patah semangat bisa menyusul, dan malah lebih dulu meraih matchpoint saat unggul 20-19. Sayang, satu poin terakhir gagal diraih, karena Chen Jin bisa menyamakan skor menjadi 20-20 sehingga terjadi deuce. Dalam kondisi kritis ini, Chen Jin yang sudah kenyang pengalaman di turnamen bergengsi tampil lebih tenang dan mampu menambah dua poin terakhir untuk menang 22-20.

Pada babak kedua, Kamis (11/3/10), Chen Jin akan menghadapi Rajiv Ouseph. Pemain Inggris ini mendapat tiket ke putaran selanjutnya setelah menang straight set 21-17, 21-19 atas pemain kualifikasi dari Perancis Matthieu Lo Ying Ping.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau