JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun naik bus yang berbeda dengan Wakil Presiden Boediono, para wartawan peliput kegiatan Wapres di Gedung SMA Negeri 40 Pademangan, Jakarta Utara, dan Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, Kamis (11/3/2010), harus menjalani pemeriksaan ketat dari seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Bahkan, bukan hanya tubuh wartawan, akan tetapi juga tas bawaan para wartawan. Tas para wartawan diperiksa di atas bus, yang sudah ditinggalkan para wartawan di kursi karena adanya pemeriksaan mendadak Paspampres. Sedangkan pers, yang sebelumnya sudah naik ke bus yang diparkir di depan rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro diminta turun dan diperiksa satu persatu sebelum naik kembali ke atas bus.
"Karena teman-teman pers akan meliput kegiatan Wapres dan masuk ke Ring 1 atau wilayah Very Very Important Person (VVIP), maka sesuai dengan prosedur pengamanan teman-teman dan tas bawaan harus diperiksa dulu," ujar seorang perwira berpakaian TNI-AD, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Kompleks (Danpleks).
Para wartawan, Kepala Biro Pers dan Media Massa Wapres Isbudi Santoso serta sejumlah staf Biro Pers, yang sebelumnya sudah duduk di bus, kemudian turun dan meninggalkan tas bawaannya.
Seorang petugas Paspampres berpakaian safari didampingi Danpleks kemudian memeriksa satu per satu tas yang ditinggalkan wartawan di kursi. Pemeriksaan dilakukan dari kursi depan ke belakang bus.
Setelah selesai, barulah wartawan diperkenankan naik ke bus. Sebelum naik, pers diperiksa tubuhnya oleh Paspampres satu per satu. Setelah menjalankan tugasnya, sang Danpleks kemudian mengucapkan terima kasih kepada pers atas kerjasamanya.
Sejumlah wartawan mengakui, pemeriksaan wartawan yang ikut dalam kunjungan Wapres, meskipun naik bus yang berbeda dengan bus yang ditumpangi Wapres dan rombongan menteri, diakui baru pertama kali terjadi selama peliputan di Istana Wapres. Bahkan, disebut-sebut baru terjadi sejak era Orde Baru.
"Tidak apa-apa sih. Mungkin karena baru ada penggerebekan teroris kali ya...," komentar seorang wartawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang