Wartawan Peliput Wapres Tak Luput Diperiksa Paspampres

Kompas.com - 11/03/2010, 07:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun naik bus yang berbeda dengan Wakil Presiden Boediono, para wartawan peliput kegiatan Wapres di Gedung SMA Negeri 40 Pademangan, Jakarta Utara, dan Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, Kamis (11/3/2010), harus menjalani pemeriksaan ketat dari seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Bahkan, bukan hanya tubuh wartawan, akan tetapi juga tas bawaan para wartawan. Tas para wartawan diperiksa di atas bus, yang sudah ditinggalkan para wartawan di kursi karena adanya pemeriksaan mendadak Paspampres. Sedangkan pers, yang sebelumnya sudah naik ke bus yang diparkir di depan rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro diminta turun dan diperiksa satu persatu sebelum naik kembali ke atas bus.

"Karena teman-teman pers akan meliput kegiatan Wapres dan masuk ke Ring 1 atau wilayah Very Very Important Person (VVIP), maka sesuai dengan prosedur pengamanan teman-teman dan tas bawaan harus diperiksa dulu," ujar seorang perwira berpakaian TNI-AD, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Kompleks (Danpleks).

Para wartawan, Kepala Biro Pers dan Media Massa Wapres Isbudi Santoso serta sejumlah staf Biro Pers, yang sebelumnya sudah duduk di bus, kemudian turun dan meninggalkan tas bawaannya.

Seorang petugas Paspampres berpakaian safari didampingi Danpleks kemudian memeriksa satu per satu tas yang ditinggalkan wartawan di kursi. Pemeriksaan dilakukan dari kursi depan ke belakang bus.

Setelah selesai, barulah wartawan diperkenankan naik ke bus. Sebelum naik, pers diperiksa tubuhnya oleh Paspampres satu per satu. Setelah menjalankan tugasnya, sang Danpleks kemudian mengucapkan terima kasih kepada pers atas kerjasamanya.

Sejumlah wartawan mengakui, pemeriksaan wartawan yang ikut dalam kunjungan Wapres, meskipun naik bus yang berbeda dengan bus yang ditumpangi Wapres dan rombongan menteri, diakui baru pertama kali terjadi selama peliputan di Istana Wapres. Bahkan, disebut-sebut baru terjadi sejak era Orde Baru.

"Tidak apa-apa sih. Mungkin karena baru ada penggerebekan teroris kali ya...," komentar seorang wartawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau