Kesalahan-kesalahan yang Bikin Diet Gagal

Kompas.com - 11/03/2010, 11:31 WIB

KOMPAS.com — Kesalahan sederhana bisa membuat upaya diet Anda gagal. Jika timbangan Anda tidak menunjukkan adanya perubahan berarti atau berat Anda sempat turun, tapi naik lagi, ada kemungkinan Anda melakukan kesalahan-kesalahan dalam berdiet berikut ini.

Menurunkan berat tubuh secara drastis

Bersikukuh untuk menghilangkan 5 kg berat badan dalam waktu singkat membuat Anda mencoba diet ekstrem. Entah itu dengan sama sekali menjauhkan diri dari makanan berlemak ataupun karbohidrat. Bahkan hanya mengasup kalori kurang dari 1.000 per hari. Tentu saja berat badan Anda akan berkurang banyak. Namun, ketika Anda hanya mengasup sedikit kalori, Anda melatih metabolisme diri untuk melambat. Ketika diet Anda sudah usai, tubuh sudah terbiasa untuk membakar kalori dengan lambat dan hal ini akan menyebabkan kenaikan berat badan lebih cepat dari yang dahulu.

Melewatkan sarapan
Melewatkan sarapan mungkin tercetus karena dianggap waktu makan yang bisa diabaikan dan bisa membakar kalori. Padahal, melewatkan sarapan justru akan membuat Anda kelaparan lebih parah pada siang hari. Bahkan, bisa menyebabkan Anda lebih banyak mengemil di kantor dan makan dengan porsi lebih banyak saat makan siang. Sarapan dengan menu kaya protein dan serat bisa mengurangi rasa lapar sepanjang hari. Faktanya, studi menunjukkan, orang yang tidak pernah melewatkan sarapan setiap hari memiliki kemungkinan untuk mempertahankan berat tubuh yang sehat lebih lama.

Lupa sedang mengemil
Anda mungkin menghitung kalori yang Anda asup setiap waktu makan besar. Namun, bagaimana dengan camilan yang Anda asup di antara waktu makan? Apakah ada cokelat yang tersimpan di laci Anda? Atau sepotong kue yang Anda coba saat acara syukuran ulang tahun kantor tadi? Atau hanya sekadar mencicipi es krim anak Anda kemarin sore? Sedikit demi sedikit, makanan yang masuk ke dalam mulut berupa camilan yang tak direncanakan akan merusak diet. Jika memang Anda serius untuk menghitung kalori, Anda bisa menggunakan buku catatan untuk menghitung setiap makanan yang masuk ke dalam mulut Anda.

Tidak mengemil sama sekali

Mengemil tanpa sadar apa saja yang dimakan memang bisa berdampak pada pinggang Anda. Namun, mengemil dengan perhitungan justru bisa membantu Anda menurunkan berat tubuh. Orang yang memakan makanan kecil rendah kalori dalam sehari bisa mengontrol rasa lapar dan menurunkan berat badan. Makan camilan bisa membantu tubuh menjaga metabolisme tetap tinggi, apalagi jika camilannya kaya protein. Kacang adalah pilihan asupan protein yang baik. Bahkan ada penelitian yang mengatakan, mereka yang mengemil kacang-kacangan lebih ramping ketimbang mereka yang tidak memakannya.

Terlalu banyak minum kalori
Ketika menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh, kita cenderung fokus kepada makanan saja, tapi lupa menghitung kalori dari minuman. Ini merupakan kesalahan yang besar karena kopi dan minuman manis lain bisa mengandung kalori hingga 500 kal. Bahkan, kalori di jus buah dan soda bisa menumpuk di dalam tubuh Anda. Apa yang lebih parah adalah kalori dalam minuman tidak memerangi kelaparan, Anda tak akan merasa ingin mengurangi jumlah asupan makanan setelah minum minuman berkalori tinggi.

Kurang air putih
Air putih adalah zat esensial untuk membakar kalori. Jika Anda membiarkan diri dehidrasi, metabolisme tubuh Anda akan berantakan, artinya, tubuh akan kesulitan mengurangi berat badan. Riset mengatakan, orang dewasa yang minum air putih 8 gelas atau lebih per harinya akan membakar kalori lebih banyak ketimbang mereka yang kekurangan air putih. Jadi, cobalah untuk meminum air putih setiap kali Anda makan dan mengemil.

Menghindari produk susu
Susu, keju, dan es krim biasanya menjadi bahan konsumsi yang tabu untuk kebanyakan orang yang sedang diet. Namun, mengurangi produk susu bisa jadi kontraproduktif. Beberapa penelitian mengatakan bahwa tubuh membakar lebih banyak lemak saat ia memiliki kalsium yang cukup dan memproduksi lebih banyak lemak ketika kekurangan kalsium. Suplemen kalsium tidak memberikan efek yang sama dengan kalsium yang berasal dari produk susu. Kebanyakan mereka yang berhasil dalam program diet menggunakan susu, keju, dan yoghurt rendah lemak untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya.

Menimbang setiap hari
Menimbang tubuh setiap hari adalah resep untuk rasa frustrasi dan tidak akan memberikan Anda informasi yang berarti. Lebih baik menimbang setiap seminggu sekali. Jika Anda berencana mengurangi 1-2 kg per minggunya, Anda akan merasa lebih baik saat menimbang tubuh. Hasilnya akan lebih memotivasi diri ketimbang menimbang tubuh setiap hari yang cenderung berubah-ubah.

Mematok gol tidak realistis
Mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda harus menghilangkan 10 kg dalam seminggu pertama adalah sebuah upaya untuk menggagalkan diri. Jika Anda tahu Anda tak akan mampu melakukannya, sekalian saja tidak usah dimulai sejak awal. Jika Anda berdiet dan kehilangan 2,5 kg dalam seminggu, Anda justru hanya akan merasa tidak percaya diri karena tak berhasil mencapai gol Anda. Gol yang realistis amat penting untuk diet yang sukses. Jika Anda tak yakin seberapa banyak bobot yang wajar dan boleh Anda hilangkan, cobalah untuk bicarakan kepada ahli diet.

Menghindari olahraga
Ketika Anda tidak berolahraga, Anda membebankan semua mimpi untuk meluruhkan berat badan pada upaya diet. Jika Anda semakin aktif, Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan yang Anda sukai dan tetap kehilangan berat badan. Kuncinya adalah menemukan latihan yang Anda nikmati. Jika Anda tak suka treadmill, coba berenang, balet, bersepeda, ataupun tenis meja. Kegiatan-kegiatan dan aktivitas bergerak ini bisa membakar kalori lebih banyak ketimbang berjalan kaki. Coba lakukan beragam kegiatan aktivitas tubuh yang berbeda hingga Anda menemukan aktivitas yang Anda sukai dan ingin sering dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau