Tumpak: KPK Tak Pernah Voting Kasus Century

Kompas.com - 11/03/2010, 22:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya kabar lambannya penaganan kasus Century di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena pimpinan KPK beda suara, langsung mendapat bantahan dari para pimpinan KPK.

Bantahan pertama datang dari Pelaksana tugas sementara (Plt) Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. Tumpak tegaskan, bahwa KPK mengusut kasus Century secara profesional dan sesuai fakta hukum dari hasil tim penyelidik, bukan pribadi pimpinan KPK. "Tidak benar berita itu. Pimpinan KPK tidak pernah melakukan voting tentang kasus Bank Century. Apanya yang divoting? Pengalaman saya sejak dulu pimpinan KPK tidak pernah voting untuk menyelesaikan perkara," tegas Tumpak saat dihubungi, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Sebelumnya, anggota DPR dari PDI Perjuangan Eva Sundari mengaku dirinya mendapatkan informasi terjadi perpecahan sikap di lima Pimpinan KPK soal proses hukum selanjutnya skandal bail out Century. Perbedaan itu diduga terjadi setelah lima pimpinan melakukan voting.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Bibit Samad Riyanto langsung bingung saat ditanya wartawan soal adanya voting tersebut. "Dapat info dari mana mereka? KPK tidak pernah memvoting kasus mas. Bisa dicek kok ke KPK. Mereka kan punya fungsi masing-masing," ujar Bibit.

Hal berbeda justru dilontarkan Wakil Ketua Bidang Penindakan Chandra Hamzah. Chandra justru menantang balik DPR untuk menyebut nama pimpinan KPK yang beda suara dalam penanganan kasus Century di KPK. "Silakan anggota DPR sebut nama (pimpinan yang terpecah) dan dimuat saja di media. Itu hak mereka bersuara," ucapnya.

Bagaimana beda pendapat, lanjut Chandra, karena kasus Century saja belum sampai pengambilan keputusan untuk dinaikkan ke penyidikan. Sekalipun ada pengambilan keputusan itu, bukanlah berdasarkan voting. "Voting belum pernah ada. Dan enggak ada lho (mekanisme) voting-votingan di KPK," tegas Chandra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau