Didukung Bank, Kesatria Merah Menguat

Kompas.com - 12/03/2010, 06:13 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Media-media Inggris memberitakan, Bank Nomura mendukung usaha kelompok suporter Manchester United (MU) yang ingin membeli klub itu dari Malcolm Glazer, Kesatria Merah. Bank Nomura akan mengambil posisi sebagai penasihat dalam proses pengambilalihan MU.

Polemik MU bermula dari terungkapnya beban utang senilai triliunan rupiah. Belakangan, pendukung mengetahui, Glazer kesulitan membayar utang ini. Mereka menilai Glazer tak becus mengelola klub dan khawatir MU akan bangkrut.

Pendukung kemudian rajin menggelar spanduk bernada kecaman terhadap Glazer pada laga-laga MU, terutama, di Old Trafford. Karena tak mendapat respons sesuai harapan, sejumlah suporter yang kaya raya bergabung dalam kelompok Kesatria Merah, untuk menggelar aksi yang lebih ekstrem, yaitu membeli MU dari Glazer.

Sejumlah media Inggris sempat memberitakan, Kesatria Merah sudah melontarkan tawaran. Namun, Glazer menolak penawaran itu. Padahal, kemauan Glazer menjual sahamnya adalah kunci keberhasilan pengambilalihan.

Meski begitu, Kesatria Merah terus mencari dukungan demi memaksa Glazer membuka pintu negosiasi. Di luar dugaan, mereka mendapat dukungan dari Bank Nomura.

Untuk membantu Kesatria Merah,  Bank Nomura membentuk tim yang diketuai Guy Dawson dan Andrew McNaught. Menurut Soccernet, dua orang ini adalah penasihat Dewan Direksi MU, ketika klub itu dijual kepada Glazer pada 2005 silam.

Tugas tim ini adalah merekatkan kelompok-kelompok suporter MU supaya bergabung dengan Kesatria Merah, mencari investor yang potensial, dan mengoordinasikan dan memformulasikan proposal untuk diserahkan kepada Glazer. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau