GOTHENBURG, KOMPAS.com - Langkah bisnis produsen mobil asal China, Zhejiang Geely Holding Group Co mengakuisisi Volvo masih perlu tenaga ekstra. Setelah berhasil memiliki merek asal Swedia itu, Geely harus mengucurkan dana investasi segar senilai US$ 1,4 miliar (sekitar Rp12,8 triliun) untuk restrukturisasi.
Glenn Magnusson, General Manager Volvo Pusat mengatakan, dana tersebut akan menjadi nominal minimum yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan sistem keuangan, pemasaran, produksi, dan distribusi untuk tahun depan.
Sebelum memikirkan dana investasi, Geely harus menandatangani perjanjian akuisisi Volvo senilai US$2 miliar akhir bulan ini. Pihak Volvo menyatakan, akan menerima kehadiran Geely selama bersedia menyediakan dana operasional yang diperlukan.
"Kami masih ingin mereka menjunjukkan seberapa besar kemampuan finansialnya. Sampai saat ini belum terlihat apa-apa dan kami belum puas," ujar Magnusson, seperti dilansir Bloomberg (11/3/2010).
Anders Fogel, dari Brunswick Group sebagai salah satu mitra usaha sekaligus juru bicara Geely mengatakan, seluruh kegiatan akuisisi berlangsung sesuai rencana dan kedua produsen tetap pada target semula dengan keputusan pada akhir Maret ini.
Pihak Ford, ujar juru bicaranya Mark Truby mengatakan, pihaknya masih menentukan keputusan akhir kuartal pertama tahun ini dan melengkapi kesepakatan penjualan Volvo di kuartal kedua tahun ini.
Diketahui, Geely mulai menjajaki akuisisi Volvo sebagai salah satu merek milik Ford yang bangkrut dari pertengahan 2009. Hingga kini, proses negosiasi kedua pihak masih berlangsung dan ditargetkan menemui keputusan tahun ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang