Suporter Malang Dukung Kongres Sepak Bola Nasional

Kompas.com - 12/03/2010, 18:53 WIB

MALANG, Kompas.com - Supoter Malang mengaku siap menyukseskan penyelenggaraan Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) pada 30-31 Maret 2010 mendatang. Hal itu diungkapkan dalam temu suporter dengan Ketua KSN, Agum Gumelar, Jumat (12/3/10) di Malang.

Kedatangan Agum tersebut selain untuk bertemu dengan para suporter, juga untuk membahas persiapan teknis menjelang pelaksanaan KSN bersama dengan tiga pimpinan daerah di Malang Raya yaitu Wali Kota Malang Peni Suparto, Wakil Bupati Malang Rendra Kresna, dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Adapun suporter yang hadir adalah Aremania (suporter Arema Indonesia), Ngalamania (suporter Persema Malang), dan Metromania (suporter Metro FC). Arema Indonesia dan Persema Malang adalah klub liga super. Sedangkan Metro FC merupakan klub juara divisi satu yang saat ini mendapat promosi masuk ke divisi utama.

"Kedatangan saya ke sini dalam rangka persiapan teknis penyelenggaraan KSN yang akan digelar 30-31 Maret mendatang di Malang. Saya berharap saudara semua bertekad untuk menyukseskan KSN," ujar Agum di depan puluhan suporter tersebut.

Pernyataan Agum itu pun disambut dengan teriakan semangat para suporter, menyatakan kesanggupannya menyukseskan KSN.

"Kami mendukung kongres dengan harapan ada pembaharuan di tubuh PSSI dengan kepengurusannya yang ada sekarang ini. Bagi kami Aremania, sudah beberapa tahun ini kami tidak cocok dengan PSSI karena bukan pembinaan yang ditonjolkan. PSSI berkali-kali memberikan sanksi pada Arema. Ini sangat berat untuk Arema sebagai klub non APBD. Kesannya PSSI bukan membina tapi membisniskan olahraga ini," ujar Samsul Arifin, Aremania korwil Borneo.

Dukungan KSN juga lahir dari Ngalamania, Iis Landau. Iis berharap dengan kongers ini akan tercipta kedamaian antarsuporter di Indonesia.

"Saya berharap ada hasil positif dari kongres ini berupa terciptanya suasana damai antar suporter di Indonesia. Selama ini masih saja ada kerusuhan antarsuporter," ujar Iis.

Ia juga berharap agar ada perbaikan baik dalam dunia perwasitan, kepengurusan PSSI, dan berbagai elemen sepak bola di Indonesia. Wasit, PSSI, semuanya harus bisa menuju perbaikan, imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau