MALANG, Kompas.com - Supoter Malang mengaku siap menyukseskan penyelenggaraan Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) pada 30-31 Maret 2010 mendatang. Hal itu diungkapkan dalam temu suporter dengan Ketua KSN, Agum Gumelar, Jumat (12/3/10) di Malang.
Kedatangan Agum tersebut selain untuk bertemu dengan para suporter, juga untuk membahas persiapan teknis menjelang pelaksanaan KSN bersama dengan tiga pimpinan daerah di Malang Raya yaitu Wali Kota Malang Peni Suparto, Wakil Bupati Malang Rendra Kresna, dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.
Adapun suporter yang hadir adalah Aremania (suporter Arema Indonesia), Ngalamania (suporter Persema Malang), dan Metromania (suporter Metro FC). Arema Indonesia dan Persema Malang adalah klub liga super. Sedangkan Metro FC merupakan klub juara divisi satu yang saat ini mendapat promosi masuk ke divisi utama.
"Kedatangan saya ke sini dalam rangka persiapan teknis penyelenggaraan KSN yang akan digelar 30-31 Maret mendatang di Malang. Saya berharap saudara semua bertekad untuk menyukseskan KSN," ujar Agum di depan puluhan suporter tersebut.
Pernyataan Agum itu pun disambut dengan teriakan semangat para suporter, menyatakan kesanggupannya menyukseskan KSN.
"Kami mendukung kongres dengan harapan ada pembaharuan di tubuh PSSI dengan kepengurusannya yang ada sekarang ini. Bagi kami Aremania, sudah beberapa tahun ini kami tidak cocok dengan PSSI karena bukan pembinaan yang ditonjolkan. PSSI berkali-kali memberikan sanksi pada Arema. Ini sangat berat untuk Arema sebagai klub non APBD. Kesannya PSSI bukan membina tapi membisniskan olahraga ini," ujar Samsul Arifin, Aremania korwil Borneo.
Dukungan KSN juga lahir dari Ngalamania, Iis Landau. Iis berharap dengan kongers ini akan tercipta kedamaian antarsuporter di Indonesia.
"Saya berharap ada hasil positif dari kongres ini berupa terciptanya suasana damai antar suporter di Indonesia. Selama ini masih saja ada kerusuhan antarsuporter," ujar Iis.
Ia juga berharap agar ada perbaikan baik dalam dunia perwasitan, kepengurusan PSSI, dan berbagai elemen sepak bola di Indonesia. Wasit, PSSI, semuanya harus bisa menuju perbaikan, imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang