Sampoerna hijau voli proliga 2010

Jadi Tuan Rumah, Sananta Janji Tampil Lebih Baik

Kompas.com - 12/03/2010, 18:58 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tim juara 2008 Jakarta Sananta menjanjikan penampilan yang lebih baik saat menjadi tuan rumah Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 di Jakarta, Sabtu (13/3/10).

"Kami akan bermain lebih baik dibanding penampilan di Yogyakarta, karena motivasi kami untuk menang lebih tinggi setelah menang atas Bantul Yuso Gunadarma," ujar manajer Sananta Utun Ahadiat di Jakarta, Jumat (12/3/10).

Sebagai tuan rumah seri ketiga putaran pertama Proliga yang akan digelar di Hall Basket Gelora Bung Karno, 13-14 Maret, Sananta akan bertanding satu kali melawan tim Jakarta BNI 46.

Kemenangan atas Yuso merupakan satu-satunya sukses yang diraih Sananta dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan dalam dua seri sebelumnya di Solo dan Yogyakarta.

Sementara itu anggota tim pelatih Sananta, Hery Kristyanto mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi atas pertandingan di Yogyakarta, timnya melakukan persiapan dengan berlatih rutin sehari dua kali, pagi dan sore.

"Sampai hari ini kami masih berlatih. Tim masih perlu dimatangkan karena pemain asing kami baru datang pada pertandingan kedua seri pertama," ujar Hery mengenai kedua pemain asing mereka Darko Milosevic dan Diego Stephanenko.

"Di Yogyakarta tim sudah mulai padu. Mudah-mudahan pada pertandingan besok kami bisa menunjukkan level sebagai juara," tambahnya.

Saat ini Sananta berada di urutan ketiga klasemen sementara putra dengan satu kemenangan dari tiga pertandingan. Posisi teratas dihuni tim peringkat tiga tahun lalu Palembang Bank Sumsel Babel, diikuti Surabaya Samator di tempat kedua yang memenangi dua pertandingan mereka sebelumnya.

Tim Jakarta Elektric PLN memimpin klasemen putri menjelang digelarnya seri ketiga diikuti pendatang baru Jakarta TNI AU dan Gresik Petrokimia.

Melihat kejutan yang dibuat pendatang baru TNI AU dan Bank Sumsel yang tampil untuk keduakalinya di Proliga, Direktur Proliga Hanny Surkatty menilai peserta kompetisi tahunan itu mempunyai kualitas seimbang.

"Semua klub yang ikut kualitasnya sangat baik. Dari dua seri sebelumnya, terlihat bahwa meskipun ada yang kalah, kualitasnya hampir berimbang," katanya.

Dari lima peserta putri Proliga 2010 tiga tim berhasil membukukan dua kemenangan dari maksimal tiga pertandingan. Hanya tim Jakarta Popsivo Polwan yang belum meraih satu kemenangan pun setelah memainkan tiga pertandingan. Sementara Jakarta BNI 46 kalah dalam satu-satunya laga yang sudah mereka mainkan.

Sedangkan pada bagian putra, Bank Sumsel dan Samator mengumpulkan dua kemenangan diikuti Sananta dan Yuso yang masing-masing meraih satu kemenangan dari tiga laga. Adapun tim putra BNI 46 mengalami nasib serupa dengan tim putri mereka.

Pada seri ketiga di Jakarta, tim putri BNI 46 akan tampil dua kali melawan Electric PLN dan Popsivo Polwan, sedangkan tim putranya akan menghadapi tuan rumah Sananta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau