Legislatif

Gayus Siap Mundur dari Badan Kehormatan DPR

Kompas.com - 13/03/2010, 02:46 WIB

Jakarta, Kompas - Berkaitan dengan mosi tidak percaya yang ditujukan kepadanya, Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat T Gayus Lumbuun menyatakan, ia siap mengundurkan diri sebagai pemimpin BK DPR. Pengunduran diri itu akan dilakukannya setelah mendapatkan persetujuan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menempatkannya sebagai Ketua BK DPR.

Gayus di Jakarta, Jumat (12/3), menegaskan, ia siap mundur bukan karena salah, seperti disampaikan sejumlah anggota BK DPR yang mengajukan mosi tak percaya. Ia siap mundur karena tak ingin menjadi beban bagi BK.

”Saya tidak ingin BK DPR sebagai alat kelengkapan DPR, yang selama ini menjadi harapan masyarakat untuk menegakkan kehormatan anggota Dewan, tidak bisa maksimal berperan karena ada hubungan internal anggota yang kurang solid dalam bekerja sama. Apalagi, BK DPR harus segera menyelesaikan berbagai kasus,” kata anggota F-PDIP itu.

Gayus menegaskan, ia juga tak ingin memperdebatkan mosi tak percaya yang diajukan sejumlah anggota BK DPR itu benar atau salah. ”Sebagai salah satu pimpinan BK DPR periode lalu, saya berharap BK DPR periode ini lebih baik lagi,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah anggota BK DPR yang dimotori Chairuman Harahap dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) membuat mosi tidak percaya kepada Gayus. Ketua BK DPR itu dinilai tak mau memeriksa anggota DPR yang dinilai tak sopan dalam rapat Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century dan tidak bisa bekerja sama dengan anggota BK DPR lainnya. Namun, Ketua DPR Marzuki Alie menilai, mosi tidak percaya itu tak dikenal dalam mekanisme kerja di DPR.

Secara terpisah, Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir dari F-PG, Jumat di Jakarta, mengakui, Gayus sebenarnya telah memimpin BK DPR dengan baik. Namun, sampai sekarang Gayus belum mendapat surat keputusan dari Ketua DPR untuk menjadi Ketua BK DPR. Ia baru mengantongi surat dari F-PDIP.

Sebastian Salang dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia menambahkan, saat ini grafik DPR sedang naik dan banyak masalah harus dituntaskan. ”Jadi, masalah itu sebaiknya segera diselesaikan,” harapnya.(HAR/NWO/tra)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau