Jakarta, Kompas -
Gayus di Jakarta, Jumat (12/3), menegaskan, ia siap mundur bukan karena salah, seperti disampaikan sejumlah anggota BK DPR yang mengajukan mosi tak percaya. Ia siap mundur karena tak ingin menjadi
”Saya tidak ingin BK DPR sebagai alat kelengkapan DPR, yang selama ini menjadi harapan masyarakat untuk menegakkan kehormatan anggota Dewan, tidak bisa maksimal berperan karena ada hubungan internal anggota yang kurang solid dalam bekerja sama. Apalagi, BK DPR harus segera menyelesaikan berbagai kasus,” kata anggota F-PDIP itu.
Gayus menegaskan, ia juga tak ingin memperdebatkan mosi tak percaya yang diajukan sejumlah anggota BK DPR itu benar atau salah. ”Sebagai salah satu pimpinan BK DPR periode lalu, saya berharap BK DPR periode ini lebih baik lagi,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah anggota BK DPR yang dimotori Chairuman Harahap dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) membuat mosi tidak percaya kepada Gayus. Ketua BK DPR itu dinilai tak mau memeriksa anggota DPR yang dinilai tak sopan dalam rapat Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century dan tidak bisa bekerja sama dengan anggota BK DPR lainnya. Namun, Ketua DPR Marzuki Alie menilai, mosi tidak percaya itu tak dikenal dalam mekanisme kerja di DPR.
Secara terpisah, Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir dari F-PG, Jumat di Jakarta, mengakui, Gayus sebenarnya telah memimpin BK DPR dengan baik. Namun, sampai sekarang Gayus belum mendapat surat keputusan dari Ketua DPR untuk menjadi Ketua BK DPR. Ia baru mengantongi surat dari F-PDIP.
Sebastian Salang dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia menambahkan, saat ini grafik DPR sedang naik dan banyak masalah harus dituntaskan. ”Jadi, masalah itu sebaiknya segera diselesaikan,” harapnya.(HAR/NWO/tra)