Pelita Jaya Tantang Garuda

Kompas.com - 13/03/2010, 03:19 WIB

Jakarta, Kompas - Pelita Jaya tampil percaya diri saat menghentikan perlawanan Aspac Jakarta 69-57 pada babak semifinal turnamen Piala Gubernur DKI Jakarta, Jumat (12/3). Pada final tim polesan pelatih kawakan Rastafari Harongbala ini akan menantang Garuda Bandung.

Pemain kawakan Andi Poedjakesuma atau yang dikenal dengan sebutan Andi Batam menjadi motor kemenangan Pelita Jaya dengan mencetak 17 angka. Selain bermain dengan percaya diri, para pemain Pelita Jaya cukup kompak dengan alur serangan yang rapi.

Tertinggal 14-15 pada kuarter pertama, Pelita Jaya kemudian bisa mengejar dan membalikkan keadaan dengan keunggulan 31-29 pada akhir paruh pertama.

Permainan Pelita Jaya tampak lebih solid dengan kehadiran Kelly Purwanto. Pemain yang musim lalu membela Garuda Bandung ini tampil cukup taktis bersama Andi Batam.

Pada kuarter ketiga Pelita masih mendominasi. Sebaliknya, pemain-pemain Aspac sering membuat kesalahan sendiri yang banyak menguntungkan pemain Pelita.

Runner-up kompetisi IBL ini pun kian tertinggal pada akhir kuarter ketiga dengan selisih 43-49. Pada kuarter keempat permainan Aspac juga belum membaik. Para pemainnya bahkan banyak yang gagal mencetak angka dari tembakan bebas.

Pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah berkali-kali terlihat emosional melihat permainan buruk pemainnya dari pinggir lapangan.

Kuarter keempat pun tetap menjadi milik Pelita Jaya. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan 69-57.

”Awal pertandingan, pemain kami sempat berada di bawah tekanan. Mereka bermain terbawa irama permainan Aspac sehingga tidak bisa berkembang dan lepas dari tekanan. Beruntung kami mendapat momentum di kuarter kedua sehingga bisa berbalik menekan,” kata Rastafari.

Mantan Pelatih Garuda Bandung ini juga memuji penampilan pemainnya yang bertanding dengan rasa percaya diri yang tinggi. ”Mereka juga main disiplin dan sangat sedikit membuat kesalahan,” ujar Rastafari.

Di kubu Aspac, Pelatih Tjetjep Firmansyah tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurut dia, Pelita Jaya pantas menang karena tampil lebih baik daripada pemainnya.

Garuda menang

Pada pertandingan lainnya, Garuda Bandung masih terlalu tangguh bagi CLS Kinght. Garuda menang meyakinkan atas CLS 71-50.

Garuda mendapat momentun pada kuarter ketiga setelah permainan CLS kacau-balau karena banyaknya upaya mereka yang gagal mendapatkan angka.

Pada kuarter keempat Garuda mengunci CLS di angka 49. Garuda yang sudah mencetak 53 angka kemudian terus mendulang poin menjadi 59-49 dan bahkan melaju sampai 69-49.

Garuda hanya memberi CLS tambahan satu poin sebelum mereka menutup pertandingan dengan kemenangan 71-50.

”CLS sebenarnya bermain sangat baik. Konsentrasi mereka mulai lepas setelah beberapa upaya mereka gagal menghasilkan angka,” kata Pelatih Garuda Johanes Winar.

Johanes secara khusus memuji penampilan pemainnya, I Made Sudiadyana, yang masih bermain bagus meski usianya sudah 40 tahun.

Soal peluang timnya di final, Johanes menyebut 50-50. ”Yang penting konsentrasi dan tidak terbawa irama permainan lawan. Peluang kami dan Pelita sama kuat,” kata Johanes.

Sementara itu, Rastafari menolak membeberkan strategi timnya untuk meredam permainan Garuda. Menurut dia, Garuda tim yang kuat, tetapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan.

”Kita liat saja pertandingannya akan seperti apa. Saya hanya berusaha tim bisa bermain dengan penampilan terbaiknya,” ujar Rastafari.

Dari formasi tim, Garuda tetap akan mengandalkan Mario Wuysang, I Made Sudiadyana, Cokorda Raka, Octaviano Permata, dan Andre Tiara.

Adapun Pelita Jaya tetap akan bertumpu pada Andy Batam, Kelly Purwanto, Yuliano Gandhi, Fidyandini, dan Joullius Christian Iroth.

Pertandingan perebutan tempat ketiga dan final akan digelar mulai pukul 16.00 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. (IVV/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau