DENPASAR, KOMPAS.com--Sebanyak 318 ogoh-ogoh yang dibuat seluruh Sekeha Teruna-Teruni (STT) di tingkat kecamatan se-Kota Denpasar telah dinilai, untuk selanjutnya akan dinilai kembali guna menentukan pemeringkatan akhir.
Sekretaris Dinas Kebudayan Kota Denpasar, I Nyoman Suastama, di Denpasar, Jumat, menyatakan, "Ke-318 ogoh-ogoh itu dinilai dalam suatu lomba dalam rangka memeriahkan HUT ke-58 Kota Denpasar."
Menurut Suastama, penilaian telah dimulai sejak tanggal 26 hingga 28 Pebruari 2010 dengan melibatkan enam juri yang diketuai I Komang Astita.
Dari 318 ogoh-ogoh yang dinilai yang masuk nominasi untuk tingkat Kecamatan dipilih sebanyak 24 yang nantinya akan dinilai kembali saat acara pengrupukan tanggal 15 Maret 2010 untuk memperebutkan juara I, II, III harapan I, II, III.
Komang Astita menyatakan, "Dari hasil pengamatan dan penilaian kami di lapangan, ternyata anak-anak juga sudah mampu merancang ogoh-ogoh dengan baik dimana anak-anak sudah mampu memadukan unsur teknologi dan tradisional."
Hal ini terlihat dari bentuk yang ditampilkan rata-rata sudah mengalami kemajuan dengan faktor kesulitan yang cukup tinggi. "Ini merupakan ajang kreasi bagi generasi muda yang semestinya harus terus diberi ruang," ujarnya.
Di samping sebagai ajang kreasi seni, lomba ogoh-ogoh ini juga menandai terjadinya pergantian tahun Saka bagi umat Hindu Bali pada 16 Maret nanti. "Mudah-mudahan ajang ini bisa menjadi ikon bagi pariwisata Bali khususnya Denpasar," katanya.
Menurut dia, pada saat penilaian di tingkat Kota Denpasar nanti, ke 24 ogoh-ogoh yang masuk nominasi dalam penilaiannya nanti dibolehkan berdemontrasi menunjukkan gayanya selama lima detik mengikuti arah "presawya" dengan sumbunya di patung Catur Muka.
Masing-masing peserta diwajibkan membawa anggota sebanyak 60 orang dengan berkostum adat madia berwarna cerah. Di final panitia akan melibatkan tujuh juri dari berbagai bidang meliputi bidang seni rupa, seni teater, seni arsitektur, dan lain-lain.
Adapun ke-24 ogoh-ogoh yang masuk nominasi di antaranya karya STT Cakra Bhuana Banjar Tainsiat, STT Suastika Pekambingan, STT Banjar Taman Sari Sanur, dan STT Eka Prayojana Kepisah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang