ISTANBUL, KOMPAS.com — Duta Besar (Dubes) Turki untuk Swedia, Zergun Koruturk, pulang ke Turki, Jumat (12/3/2010), dan menyatakan resolusi yang disahkan parlemen Swedia, Kamis, untuk mengakui "pembantaian" orang Armenia tak berdasar.
Stasiun televisi lokal CNNTurk, dengan mengutip keterangan Koruturk, yang tiba di bandar udara Ataturk di Istanbul, melaporkan, tak pantas bagi Swedia untuk mengesahkan satu resolusi demi kepentingan pemilihan umumnya sendiri. Dubes Turki tersebut telah dipanggil ke Ankara untuk konsultasi tak lama setelah Parlemen Swedia pada Kamis menyetujui resolusi mengenai tuduhan Armenia tentang peristiwa 1915, dengan 131 berbanding 130 suara.
Koruturk mengatakan, resolusi itu tak berdasar dan menambahkan, "Swedia akan menyelenggarakan pemilihan umum pada September. Resolusi ini diangkat pada 2008, tapi ditunda sampai sekarang. Ini terjadi karena masa pemilihan umum."
Wanita yang menjadi Dubes Turki tersebut mengatakan, Turki dan Swedia telah memiliki hubungan yang baik dan Swedia sebelumnya menjadi pendukung terbesar keanggotaan Turki di Uni Eropa.
Pada tanggal 4 Maret, Turki untuk sementara menarik Dubesnya untuk Amerika Serikat, setelah satu panel Kongres AS menyetujui resolusi yang mencap peristiwa 1915 itu sebagai "pemusnahan suku bangsa (genocide)". Turki dengan keras menolak tuduhan pemusnahan suku bangsa tersebut dan menganggap peristiwa itu sebagai bentrokan masyarakat pada masa perang yang merenggut banyak korban jiwa dari suku Turki dan Armenia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang