Tak Terima Dicap Pelaku Genosida, Turki Tarik Dubesnya dari Swedia

Kompas.com - 13/03/2010, 12:57 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com — Duta Besar (Dubes) Turki untuk Swedia, Zergun Koruturk, pulang ke Turki, Jumat (12/3/2010), dan menyatakan resolusi yang disahkan parlemen Swedia, Kamis, untuk mengakui "pembantaian" orang Armenia tak berdasar.

Stasiun televisi lokal CNNTurk, dengan mengutip keterangan Koruturk, yang tiba di bandar udara Ataturk di Istanbul, melaporkan, tak pantas bagi Swedia untuk mengesahkan satu resolusi demi kepentingan pemilihan umumnya sendiri. Dubes Turki tersebut telah dipanggil ke Ankara untuk konsultasi tak lama setelah Parlemen Swedia pada Kamis menyetujui resolusi mengenai tuduhan Armenia tentang peristiwa 1915, dengan 131 berbanding 130 suara.

Koruturk mengatakan, resolusi itu tak berdasar dan menambahkan, "Swedia akan menyelenggarakan pemilihan umum pada September. Resolusi ini diangkat pada 2008, tapi ditunda sampai sekarang. Ini terjadi karena masa pemilihan umum."

Wanita yang menjadi Dubes Turki tersebut mengatakan, Turki dan Swedia telah memiliki hubungan yang baik dan Swedia sebelumnya menjadi pendukung terbesar keanggotaan Turki di Uni Eropa.

Pada tanggal 4 Maret, Turki untuk sementara menarik Dubesnya untuk Amerika Serikat, setelah satu panel Kongres AS menyetujui resolusi yang mencap peristiwa 1915 itu sebagai "pemusnahan suku bangsa (genocide)". Turki dengan keras menolak tuduhan pemusnahan suku bangsa tersebut dan menganggap peristiwa itu sebagai bentrokan masyarakat pada masa perang yang merenggut banyak korban jiwa dari suku Turki dan Armenia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau