Pria Berwajah Lebar Tidak Bisa Dipercaya?

Kompas.com - 13/03/2010, 15:17 WIB

KOMPAS.com - Hasil penelitian yang diadakan tim psikolog dari Universitas St Andrews, Inggris, belum lama ini menunjukkan, pria dengan bentuk wajah lebar memiliki karakter tidak bisa diandalkan atau tidak dapat dipercaya. Sebagai gambaran, pria seperti David Tennant lebih bisa dipercaya daripada juri American Idol Simon Cowell.

Penelitian ini melibatkan sejumlah pria untuk mengikuti gim komputer dengan tujuan mendapatkan uang. Permainan ini memberikan ruang bagi pesertanya untuk saling mempercayai partisipan atau bahkan mengeksploitasi rekannya.

Ketika permainan tersebut akan dimulai, setiap peserta ditunjukkan foto wajah tanpa ekspresi partisipan lain. Setiap peserta harus memilih partisipan mana (berdasarkan foto tersebut) untuk kemudian dijadikan rekan yang dipercaya menggunakan uang atau tidak. Tujuan akhirnya adalah mengejar sejumlah hadiah uang, dengan kerja tim.

Kepala peneliti Michael Stirrat mengatur permainan tersebut untuk menyelidiki apakah ada hubungan antara persepsi tentang kepercayaan dengan perilaku. Hasilnya, ditemukan bahwa sejumlah pria partisipan lebih percaya untuk memberikan uang kepada pria berwajah lebih tirus.

Stirrat mengatakan, pada umumnya masyarakat membuat penilaian instan kepada orang asing, apakah harus mempercayainya atau waspada terhadapnya. Penelitian terhadap sejumlah pria ini mencoba membuktikan basis atas persepsi masyarakat tersebut.

Yang perlu disimak adalah, teori evolusi seleksi seksual memprediksikan wajah pria memberikan sinyal apakah dia dominan secara fisik, dan kemungkinan mengeksploitasi. Hasil penelitian ini membuktikan pria dengan wajah lebih lebar memiliki kecenderungan mengeksploitasi kepercayaan dari orang lain, dengan tujuan mendapatkan uang untuk dirinya sendiri.

Meski begitu hasil ini tidak bisa dijadikan kesimpulan akhir, karena penelitian masih berlanjut. Menurut Stirrat hasilnya memang penting namun perlu juga dipahami bahwa tak selamanya pria berwajah lebar itu jahat. Pada jenis permainan lain, pria berwajah lebar lebih cenderung mengorbankan uangnya untuk orang lain.  

Penilaian ini tak berhenti sampai di sini. Namun menurut si peneliti, fakta yang muncul adalah pria berwajah lebar punya dua kecenderungan pilihan. Pria dengan ciri fisik ini memiliki kapasitas untuk menjalani jalur kriminal dan atau aparat penegak hukum. Sederhananya: menjadi penjahat, atau polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau