Sampoerna hijau voli proliga 2010

Sananta Telan Kekalahan Ketiga

Kompas.com - 13/03/2010, 21:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Finalis tahun lalu, Jakarta Sananta, gagal menyuguhkan permainan terbaik mereka saat bermain di kandang sendiri. Melawan BNI 46, Sananta menyerah 1-3 (25-17, 24-26, 18-25, 24-26). Ini merupakan kekalahan ketiga dari empat pertandingan dalam Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010.

Sananta memainkan laga keempat mereka pada putaran pertama di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/3/2010) petang. Mereka hanya tampil gemilang pada set pertama.

"Stamina kami hanya bagus pada set pertama sehingga kualitas permainan juga menurun," ujar Kapten Sananta, Joko Murdianto, seusai pertandingan.

Sementara itu, Kapten BNI 46, Loudry Maspaitela, mengakui bahwa timnya lebih beruntung karena tidak banyak melakukan kesalahan dalam pertandingan kedua mereka.

"Kali ini BNI 46 beruntung karena tim Sananta banyak melakukan kesalahan. Kalau dari segi permainan sebenarnya imbang. Namun, begitu satu tim melakukan kesalahan, selisih poin dengan lawan menjadi semakin jauh," ujar Loudry.

Adapun Asisten Pelatih Sananta, Ade Kelana Noor, mengeluhkan beberapa keputusan wasit yang menguntungkan tim lawan sehingga menurunkan semangat pemainnya.

"Secara keseluruhan, tim masih bagus. Namun, ada faktor lain yaitu ada beberapa poin yang seharusnya untuk kami, tetapi wasit tidak berpihak," katanya.

Perpaduan antara pertahanan yang solid dan serangan gencar dari Sananta membuat permainan tim BNI 46 tidak berkembang pada set pertama yang dimenangi Sananta dengan skor 25-17.

Namun, pada set kedua, pertahanan mereka mulai mengendur sehingga agak kesulitan membendung serangan-serangan Loudry Maspaitela dan kawan-kawan. Hal ini membuat mereka kehilangan set kedua, 24-26.

Keberhasilan memenangi set kedua membuat tim BNI 46 semakin percaya diri sehingga tanpa kesulitan memenangi set ketiga dengan skor 25-18.

Sananta yang berusaha bangkit dengan mengandalkan dua pemain asing yang sempat diistirahatkan pada set ketiga dapat dibendung oleh BNI 46 berkat kemampuan Loudry dalam mengatur irama permainan. BNI 46 memenangi set keempat 26-24 sekaligus membukukan kemenangan pertama dari dua pertandingan.

"Ini kekalahan yang menyakitkan karena pada putaran pertama kami baru menang sekali waktu melawan Bantul Yuso Gunadarma di Yogyakarta (3-1)," kata Joko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau