Dapur kita

Resep Nikmat dari Sagu

Kompas.com - 14/03/2010, 03:39 WIB

Sagu (pati sagu) adalah salah satu makanan pokok beberapa daerah di Indonesia timur (Papua, Maluku, Sulawesi Utara, dan sejumlah daerah di Nusa Tenggara). Konsumsi sagu sebagai makanan pokok antara lain dalam bentuk makanan tradisional, seperti papeda, kapurung, dan sagu bakar.

Saat ini, sekitar 30 persen masyarakat Maluku dan Papua masih menggunakan sagu sebagai makanan pokok dalam menu sehari-harinya, 50 persen menggunakan menu sagu dan umbi-umbian, sedangkan sisanya, terutama yang berada di daerah perkotaan, sudah beralih ke beras.

Banyak jenis tanaman sagu yang dapat menghasilkan tepung sagu dan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya Kepulauan Maluku, Papua, Mentawai, Riau, dan Sumatera. Di Riau juga dijumpai sagu yang dikonsumsi masyarakat dalam bentuk butiran yang dikenal dengan nama sagu rendang serta dalam bentuk olahan lain seperti kue bangkit, laksa sagu, dan sagu embel.

Selain sebagai makanan pokok, sagu mempunyai prospek yang baik sebagai salah satu sumber utama pangan murah. Pengembangan produk baru dengan komponen utama sagu yang sesuai dengan selera masyarakat diharapkan dapat menjadi pangan sumber karbohidrat siap konsumsi, seperti tepung kering dan mi, sehingga dapat membantu upaya percepatan penganekaragaman pangan yang sedang kita galakkan.

Manfaat dan keunggulan bila kita mengonsumsi aneka makanan yang berasal dari sagu, baik dalam bentuk snack maupun olahan yang berasal dari mi sagu, antara lain:

- Dapat memberikan efek mengenyangkan tetapi tidak menyebabkan gemuk.

- Mencegah sembelit dan dapat mencegah risiko kanker usus.

- Tidak cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah (indeks glikemik rendah) sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Produk ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat baik dalam bentuk tepung ataupun yang sudah menjadi hasil industri seperti mi. Marilah kita angkat pangan lokal kita dari Indonesia ini sebagai cadangan bahan makanan dalam meningkatkan ketahanan pangan kita.

Bulan lalu, Yayasan Gizi Kuliner Jakarta kedatangan tamu dari Papua untuk pelatihan kuliner bahan dasar pangan lokal di Papua. Keinginan agar pangan lokal Papua dapat diminati bukan saja oleh masyarakat Papua perlu diapresiasi.

Selamat mencoba. 

Bubur Kacang Hijau Sagu

Untuk: 10 porsi

1 porsi:

202 kalori

Bahan:

- 50 gr tepung sagu

- 200 gr kacang hijau, direndam semalaman

- 100 gr gula pasir

- 100 gr gula merah

- 1 potong jahe

- Sedikit garam

Areh santan

- 600 ml santan

- 1 sdm tepung maizena

- 2 lbr daun pandan

- sedikit garam

Cara Membuat:

1. Rebus kacang hijau sampai empuk, beri gula, jahe, dan sedikit garam.

2. Tuang larutan tepung sagu, masak hingga kental dan mendidih, angkat.

3. Masak areh santan, campur semua bahan areh, dimasak hingga mendidih, angkat.

4. Hidangkan bubur kacang hijau dengan areh santan.

Ketupat Sayur (KETUPAT DARI SAGU)

Untuk: 10 porsi

1 porsi:

537

kalori

Bahan Ketupat:

- 500 gr tepung sagu

- 100 gr tepung beras

- 3 ltr santan encer

- Sedikit garam

Cara Membuat:

1. Campur tepung sagu, santan, dan garam, beri sedikit garam, lalu dimasak sambil diaduk hingga matang, angkat, tuang di loyang, biarkan dingin dan mengeras, lalu dipotong-potong.

2. Hidangkan dengan kuah sayur, kerupuk, dan sambal.

Bahan Kuah Sayur:

- 250 gr daging sapi, potong kecil, direbus sampai empuk

- 250 gr tahu goreng

- 250 gr kacang panjang, dipotong kecil

- 500 gr nangka muda, direbus, tiriskan, dipotong dadu besar

- 1500 ml santan

- 1 papan petai (dikupas,dipotong jadi 2)

- 2 btg sereh, dimemarkan

- 3 lbr daun jeruk

- 4 lbr daun salam

- 1 sdt gula pasir

- 2 sdm minyak untuk menumis

- 2 ltr air

Bumbu yang Dihaluskan:

- 3 sdm irisan bawang merah

- 4 sdm irisan cabai merah

- 2 sdm irisan bawang putih

- 5 btr kemiri

- 1 sdt terasi

- ½ sdt ketumbar

- 2 sdm irisan laos

- 1 sdm garam

- 100 gr ebi (rendam air panas)

Cara Membuat Kuah Sayur:

1. Rebus daging dengan 2 ltr air sampai empuk, potong dadu, sisakan 500 ml cairan kaldu, sisihkan.

2. Tumis dengan minyak bumbu yang dihaluskan, daun salam, sereh, daun jeruk, masukkan daging, tuang kaldu daging, biarkan sampai mendidih, masukkan santan, nangka muda, kacang panjang, tahu, petai dan gula, aduk rata, masak hingga matang, angkat.

Pelengkap:

- 5 btr telur rebus

- bawang goreng

- kerupuk

Bahan Sambal Terasi:

- 3 sdm irisan bawang merah

- 50 gr cabe merah yang dihaluskan

- 1 sdm terasi

- 1 sdt garam/sesuai selera

- 3 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat Sambal Terasi:

Tumis semua bahan sambal, kecuali garam, angkat, lalu haluskan tambahkan garam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau