Keluarga Parngat Terus Menanti di Pabrik Sandal

Kompas.com - 14/03/2010, 11:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga Parngat (64), petugas pemadam kebakaran yang diduga turut menjadi korban dalam kebakaran hebat di pabrik sandal jepit di RT 06 RW 02 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, masih terus menanti hingga Minggu (14/3/2010). Mereka yakin Parngat turut menjadi korban pada peristiwa naas tersebut.

"Motornya masih ada di sini. HP-nya juga tidak aktif sampai saat ini," ujar adik ipar Parngat, Tri Rohadi, di sekitar lokasi pabrik. Tri baru tiba di Jakarta dari Purworejo pada hari ini. Tri Rohadi mengatakan, saat ini suasana di rumah Parngat dalam kondisi berduka. Tahlilan tak pernah berhenti sejak Parngat dikabarkan turut menjadi korban kebakaran.

Bagi keluarga, Parngat merupakan sosok pekerja keras, baik, rajin, dan disiplin. Pihak keluarga, kata Tri, mengaku telah mengikhlaskan pria satu istri dan empat anak tersebut. "Tapi, kok ya tragis bener, jadi pemadam kebakaran selama 30 tahun, selamat. Tapi setelah pensiun dan kembali bekerja malah tidak selamat," tutur Tri.

Ditambahkan Tri, dirinya terakhir kali bertemu Parngat pada bulan lalu di Purworejo. Saat itu, Parngat kembali ke kampungnya karena adiknya meninggal dunia. Dirinya tidak menyangka bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan terakhirnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau