JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga Parngat (64), petugas pemadam kebakaran yang diduga turut menjadi korban dalam kebakaran hebat di pabrik sandal jepit di RT 06 RW 02 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, masih terus menanti hingga Minggu (14/3/2010). Mereka yakin Parngat turut menjadi korban pada peristiwa naas tersebut.
"Motornya masih ada di sini. HP-nya juga tidak aktif sampai saat ini," ujar adik ipar Parngat, Tri Rohadi, di sekitar lokasi pabrik. Tri baru tiba di Jakarta dari Purworejo pada hari ini. Tri Rohadi mengatakan, saat ini suasana di rumah Parngat dalam kondisi berduka. Tahlilan tak pernah berhenti sejak Parngat dikabarkan turut menjadi korban kebakaran.
Bagi keluarga, Parngat merupakan sosok pekerja keras, baik, rajin, dan disiplin. Pihak keluarga, kata Tri, mengaku telah mengikhlaskan pria satu istri dan empat anak tersebut. "Tapi, kok ya tragis bener, jadi pemadam kebakaran selama 30 tahun, selamat. Tapi setelah pensiun dan kembali bekerja malah tidak selamat," tutur Tri.
Ditambahkan Tri, dirinya terakhir kali bertemu Parngat pada bulan lalu di Purworejo. Saat itu, Parngat kembali ke kampungnya karena adiknya meninggal dunia. Dirinya tidak menyangka bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan terakhirnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang