BOYOLALI, KOMPAS.com — Zainudin alias Joko Sulistyo (32), warga Dukuh Jebol, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jateng, salah satu tersangka teroris yang tertangkap di Nanggroe Aceh Darussalam, diketahui menikahi keponakan terpidana mati bom Bali, Amrozi.
Kepala Pedukuhan Jebol, Sumiatno, di Boyolali, Minggu (14/3/2010), mengatakan, Joko pada 2009 menikahi Auli Syahidah (20), berasal dari Lamongan, Jawa Timur, yang juga salah seorang keponakan Amrozi. "Saya diundang saat pernikahan Joko. Istri Joko yang namanya tak dikenali oleh warga kami adalah anak kakak kandung Amrozi," katanya.
Ia mengatakan, setelah pernikahan itu, mereka tinggal bersama orangtua Joko, Parinem, di RT 03 RW 07 Dukuh Jebol dan telah mempunyai anak berusia empat bulan bernama Hajar Haninatus Syahadah.
Sekitar setengah bulan lalu, katanya, Joko tanpa pamit Parinem pergi mencari pekerjaan di Kalimantan. Sejak pernikahan itu, katanya, Joko belum pernah mendaftarkan Auli sebagai warga setempat kepada pemerintah desa setempat.
"Istri Joko sejak pernikahannya itu tidak pernah didaftarkan sebagai warga di sini sehingga namanya saja banyak orang tidak tahu hingga saat ini," katanya.
Saat hadir pada pernikahan itu, katanya, dirinya menerima pemberitahuan dari keluarga Joko bahwa mertua pengantin laki-laki yang juga kakak Amrozi itu sering diberitakan di televisi terkait terorisme.
Ia menjelaskan, rumah Joko selama beberapa waktu pascabom Bali sering diintai puluhan polisi hingga beberapa hari. Ketika itu, katanya, polisi mencari orang bernama Abdulgani.
Abdulgani yang buron ketika itu, katanya, adalah kakak ipar Joko. Dia menikah dengan Ningsih, kakak kandung Joko. Kini dia sudah ditahan polisi. Seorang tetangga Joko, Mul Suparmi, menyebut istri Joko sebagai orang yang tertutup sehingga warga setempat hingga saat ini tidak mengetahui namanya.
"Istri Joko jarang keluar rumah. Warga terdekat rumahnya saja tidak kenal namanya," katanya.
Ketua RT 03 RW 07 Dukuh Jebol, Sutarjo, membenarkan bahwa Joko menikahi keponakan Amrozi. "Saat acara nikah itu saya juga hadir dan rombongan mertua Joko yang datang satu bus dari Jatim adalah masih keluarga Amrozi," katanya.
Ia juga membenarkan bahwa Joko tidak pamit kepada orangtuanya saat beberapa waktu lalu pergi ke Kalimantan. Namun, katanya, Joko hanya berpesan kepada istrinya untuk disampaikan kepada Parinem bahwa dirinya akan bekerja di Kalimantan.
Joko Sulistyo, salah satu di antara 31 tersangka teroris yang ditangkap oleh petugas di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupung, NAD. Empat di antara 31 tersangka itu tewas saat baku tembak dengan petugas.