NAGREG, KOMPAS.com - Di sebuah ujung gang yang terhubung dengan jalan Desa Ciaro, tepatnya di depan areal pesawahan terletaklah sebuah bangunan rumah seluas 100 meter persegi. Rumah yang terletak di RT 01/05 Desa Ciaro itu, oleh pemiliknya Anwar Sanusi alias Away (45) dibagi menjadi tiga petak rumah kontrakan.
Satu petak rumah yang terletak paling kiri memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi adalah rumah yang pernah dikontrak Enceng bersama istri kedua serta tiga orang anaknya.
Areal pesawahan seluas dua hektar yang membentang di depan rumah petak tersebut menjadi pembatas langsung antara Desa Ciaro dan jalan raya provinsi yang menghubungkan Nagreg-Tasikmalaya- Ciamis. "Arus listrik yang mengalir di rumah ini hanya 450 watt. Ketika masih digunakan bersama orangtua saya dan Enceng nyaris setiap malam sering korsleting karena dayanya tak kuat. Ummi istri Enceng pernah mengatakan bahwa suaminya sedang menggunakan komputer kecil," ujar Away, Minggu (14/3/2010).
Anehnya, kata dia, Enceng tak memiliki peralatan elektronik lainnya seperti televisi ataupun Radio. Dikatakan, suatu ketika Away pernah berkunjung ke kediaman Enceng, namun gelagatnya menunjukan seolah tak ingin lama-lama dikunjungi.
Away juga menduga, dengan memilih mendiami tempat tinggalnya walau hanya sekitar enam bulan terlihat Enceng sangat menutup diri. "Kalau sekarang saya amati dan pikirkan, bisa saja ia menggunakan rumah saya agar tak mudah terdeteksi banyak orang. Dan lebih mudah untuk ke jalan raya," tuturnya.
Sebelum mengontrak rumah Away, Enceng pernah tinggal mengontrak di sebuah rumah warga di desa yang sama. Mungkin, lanjut Away, karena letaknya yang sangat berdekatan dengan rumah warga akhirnya Enceng memilih tinggal di rumah petak miliknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang