Setahu Tetangga, Jaja Direktur Ekspedisi bukan Teroris

Kompas.com - 15/03/2010, 14:17 WIB

LEBAK, KOMPAS.com - Warga Desa Sajira Barat Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, mengetahui Jaja anggota terorisme yang tertembak mati di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Jumat (12/3) sebagai direktur perusahaan  ekspedisi di Bandung, Jawa Barat.
     
"Kami tahu  dia itu  pengusaha jasa ekspedisi, bahkan warga juga pernah mendatangi kantor miliknya di Bandung," kata H Atang, salah seorang kerabat di Desa Sajira Barat  Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Senin (15/3/2010).
     
Atang mengatakan, hingga kini perusahaan Jaja alias Pura Sudarma alias Umar Yusuf sebagai pemilik CV Sajira Multi Karya dan menjabat sebagai direktur jasa pengiriman jasa ekspedisi.
     
Perusahaan dia memiliki tiga perwakilan yakni Surabaya, Jakarta dan Bandung. Perwakilan Kantor Surabaya beralamat di samping Stasiun Semut Surabaya dan Jakarta di Jalan Soekarno-Hatta. Sedangkan, kantor pusat beralamat  di Bandung Jalan Soekarno-Hatta.
     
"Warga mengetahui dia itu sebagai direktur ekspedisi di Bandung," katanya.
     
Dia juga mengatakan, warga dan anggota keluarga juga sama sekali tidak menyangka Jaja terlibat aksi terorisme yang dicari oleh pasukaan Detasemen Khusus atau Densus 88. Jaja jika pulang kampung halaman selalu bersikap ramah, dermawan, dan membantu orang lain. Karena itu, hingga kini warga sama sekali tidak menyangka perilaku dia sebagai anggota jaringan terorisme.
     
"Saya sebagai kerabat tidak menngetahui persis kegiatan dia selama di luar kampung halaman," katanya.
     
Begitu pula Edi, teman main Jaja sewaktu kecil mengaku dirinya tidak menduga dia tewas tertembak mati anggota Densus 88 di Aceh terkait jaringan terorisme. "Saya mengetahui dia itu tewas dalam pemberitaan di media televisi," katanya.
     
Menurut dia, sejak kecil Jaja orangnya baik, suka menolong orang juga cukup agamis, bahkan dia termasuk anak pandai sewaktu SD sampai SMA di Rangkasbitung. Namun demikian, pihaknya hingga kini tidak mengetahui teman kecil itu terlibat terorisme di Indonesia. Apalagi, dia itu sudah lama tidak pulang kampung halaman.
     
"Saya terakhir ketemu Jaja sebagai direktur perusahaan ekspedisi di Bandung, Jawa Barat," katanya. Sementara itu, suasana di kediaman Jaja di Desa Sajira Barat agak berbeda. Sejak beberapa hari lalu tampak puluhan intel dari kepolisian berpakaian preman sedang berjaga-jaga sambil menunggu kedatangan jenazah Jaja yang tertembak mati oleh pasukan Detasemen Khusus atau Densus 88 di Aceh, Jumat (12/3).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau