PEKANBARU, KOMPAS.com - Puluhan wartawan, terutama koresponden media nasional di Riau memboikot acara diskusi yang dilaksanakan oleh Greenpeace, Walhi, WWF, dan Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau di Pekanbaru, hari Senin (15/3/10).
Boikot itu merupakan ungkapan kekecewaan wartawan atas sikap lembaga pemerhati lingkungan Riau yang mengabaikan perjuangan Patih Laman, penerima anugrah Kalpataru 2003.
Beberapa pekan lalu, Patih Laman yang juga Ketua adat suku terasing Talang Mamak, terkatung-katung di Pekanbaru saat hendak mengembalikan piala Kalpataru kepada Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Patih Laman protes keras karena hutan yang selama ini dijaganya dirusak oleh sekelompok orang tanpa ada perhatian dari pemerintah dan juga organisasi pemerhati lingkungan hidup. Ketika Patih Laman berteriak, LSM lingkungan itu hanya diam.
"Patih Laman diacuhkan oleh lembaga lingkungan itu dan dia terpaksa kembali ke kampungnya dengan tangan hampa. Kami menganggap tidak sepantasnya LSM Lingkungan mengabaikan salah sorang pejuang lingkungan hidup yang tersisa di Riau," ujar Haidir Anwar Tanjung, Ketua Forum Wartawan Lingkungan Riau yang juga pemrakarasa aksi boikot hari Senin (15/3/10).
Menurut Haidir, semestinya LSM Lingkungan di Riau tidak hanya menyoroti isu-isu lingkungan yang didukung oleh luar negeri, seperti Semenanjung Kampar. Keprihatinan Patih Laman untuk menyelamatkan hutan Kalpataru, hutan adat Talang Mamak. juga sepantasnya didukung oleh LSM-LSM itu.
"Kami sudah suarakan keprihatinan Patih Laman itu kepada sejumllah LSM agar didukung, namun LSM itu mengelak dengan mengatakan masalah Patih Laman merupakan urusan WWF. Ketika kami minta perhatian WWF, ternyata WWF juga tidak memberikan tanggapan. Boikot kami ini bertujuan agar LSM lingkungan itu juga peka terhadap masalah-masalah lokal yang tidak diperhatikan internasional," tandas Haidir.
Zamzami dari Greenpeace saat dimintai komentarnya menghargai sikap wartawan yang memboikot diskusi hari Senin. Dia mengatakan, akan membicarakan persoalan itu kepada teman-temannya sesama LSM.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang