Opick Dicaci Maki di Internet

Kompas.com - 15/03/2010, 14:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus uang yang menjegal pembuatan film Asmaul Husna menjadikan Opick selaku produser film tersebut dicaci maki di internet dan kehilangan kepercayaan dari para pemodal film. Hal ini terjadi meskipun ia bukan pelaku penggelapan uang dalam kasus itu. Makanya, sampai saat ini ia masih harus membangun lagi kepercayaan tersebut.   

"Sampai sekarang saya masih membangun kepercayaan," kata penyanyi dan pencipta lagu religi, yang kemudian menjadi sutradara film Di Bawah Langit, ketika dijumpai di sebuah acara di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/3/2010). "Dari kejadian kemarin (kasus Asmaul Husnah), ada yang memandang saya sebelah mata," keluh Opick.

Ketidakenakan tersebut dirasakannya tak hanya di bidang film, tetapi juga di bidang musik. "Khususnya nyanyi, mereka agak mikir kalau ngajak saya. Di internet pun saya dicaci maki. Karena kejadian kemarin, semua ustaz kena sasaran dan dimaki maki," ceritanya.

Namun, Opick tak sedikit pun patah semangat dan pesimistis untuk menggarap film lainnya. "Saya enggak pernah pesimistis selama Allah bersama saya," tekan Opick.

Oleh karena itu, untuk film Di Bawah Langit, yang baru saja selesai digarap, pelantun lagu "Tombo Ati" ini bekerja dengan biaya sendiri tanpa suntikan dana dari para investor. "Film ini aku biayain sendiri supaya ada persiapan untuk film lain ke depan," terangnya.

Namun, kata Opick lagi, dengan biaya sendiri ia tak bermaksud menutup diri dari bantuan para penyuntik dana. "Sebenarnya ada yang mau invest, tapi saya pengin biaya sendiri dan saya pikir saya cukup bisa kerjakan sendiri untuk meminimalkan kejadian kemarin. Di sini juga saya bisa berhemat dengan tidak melibatkan orang lain. Pengeluaran bisa kecil, tapi film tetap utuh," terangnya lagi.

Opick menolak jika dikatakan trauma karena kasus uang dalam film Asmaul Husna. "Saya enggak ada trauma. Saya cuma menjadikan ini pelajaran," tekannya. (FAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau