Pemakai Pil KB Lebih Panjang Umur

Kompas.com - 15/03/2010, 15:26 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Perempuan yang mengonsumsi pil kontrasepsi sejak awal tahun 1960-an ditengarai lebih panjang umur dibanding rekannya yang tidak meminum pil. Hal ini disebabkan pengguna pil KB lebih rendah risikonya terkena kanker pencernaan dan penyakit lain.

Kesimpulan tersebut dibuat berdasarkan hasil penelitian sejumlah ahli dari Inggris terhadap 46.000 perempuan selama empat dekade, yakni sejak tahun 1968. Para peneliti membandingkan angka kematian pada perempuan yang meminum pil KB dan yang tidak.

Angka kematian pada perempuan usia 30-an memang lebih rendah, tetapi di usia 50, angkanya jadi berbalik. Meski begitu, dokter tidak bisa memastikan mengapa pil KB menurunkan angka kematian.

Pil kontrasepsi mengandung hormon sintetis untuk menekan terjadinya ovulasi. Selain mencegah terjadinya kehamilan, hal ini diduga juga mencegah beberapa jenis penyakit. Ini sebabnya, sebagian besar wanita yang mengonsumsi pil KB pada umumnya lebih sehat.

Sebelumnya beberapa literatur menyebutkan, pil KB akan melindungi perempuan dari kanker ovarium dan endometrial. Di sisi lain, risiko terkena kanker payudara dan kanker serviks meningkat.

Karena fokus penelitian ini hanya membandingkan dampak kesehatan pada perempuan yang minum pil KB dan yang tidak, para peneliti tidak bisa membuat hipotesis tentang sebab akibat.

"Pada pemakaian jangka panjang, manfaat kesehatan dari penggunaan pil KB akan melebihi efek sampingnya," kata Richard Anderson, ginekolog dari University of Edinburgh, Inggris.

Akan tetapi, Anderson berpendapat, hasil penelitian ini belum tentu sama pada pemakai pil KB generasi modern karena perbedaan formulasi dengan produk generasi awal. Manfaat yang bisa didapatkan dari pil KB juga tergantung kapan seseorang mulai mengonsumsi pil dan berapa lama periodenya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau